Ramadan sudah datang kembali. Di bulan yang suci ini, pelajar banyak yang diminta datang ke sekolah untuk mendalami ilmu agama, baik secara formal ataupun melalui program Pesantren Kilat.
Bagi para pelajar yang masuk ke sekolah, salah satu tugas yang diberikan biasanya membuat materi cerama kuliah tujuh menit (kultum). Nah untuk mempermudah kami, berikut lima kultum yang dapat kamu gunakan.
1. Ramadan dan Kejujuran di Sekolah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh wa na'udzubillahi min syururi anfusina, wamin sayyiaati a'maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah. Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warosuuluh.
Teman-teman yang dirahmati Allah, alhamdulillah kita kembali diberikan kesempatan untuk menjalani puasa di bulan suci Ramadan. Semoga, kita semua dapat menimba pahala sebanyak-banyaknya di bulan ini.
Teman-teman yang kami banggakan, Ramadan adalah bulan pembinaan akhlak. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kejujuran.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur."
(QS. At-Taubah: 119)
Rasulullah ο·Ί juga bersabda:
"Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Di sekolah, kejujuran diuji saat ulangan, mengerjakan tugas, atau saat diberi amanah oleh guru. Mungkin tidak ada yang melihat saat kita mencontek, tetapi Allah Maha Melihat.
Ramadan melatih kita untuk jujur meski tidak diawasi. Jika kita bisa jujur dalam puasa, maka kita juga harus jujur dalam belajar.
Mari jadikan Ramadan sebagai titik awal menjadi pelajar yang berintegritas.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Menjaga Lisan dan Menghindari Bullying
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Wassholatu wassalamu 'ala asyrafil ambiyaai wal mursalin. wa'ala alihi wa ashhabihi waman tabi'ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin. Amma ba'du.
Teman-teman yang saya muliakan. Alhamdulillah kita kembali bertemu dengan Ramadan, bulan yang penuh berkah, dan tempat memaksimalkan pahala.
Berbicara tentang pahala, di sekolah lisan bisa menjadi sumber pahala, tapi juga bisa menjadi sumber dosa.
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain..."
(QS. Al-Hujurat: 11)
Rasulullah ο·Ί bersabda:
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ramadan mengajarkan kita menahan diri, termasuk menahan ucapan yang menyakitkan. Mengejek teman, menyebar gosip, atau berkata kasar bisa melukai hati orang lain.
Pelajar yang hebat bukan yang paling kuat fisiknya, tetapi yang paling baik akhlaknya.
Mari jadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman dengan menjaga lisan kita.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
3. Disiplin dan Menghargai Waktu
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil huda wadinil haqq, liyudzhirahu 'aladdini kullihi, wakafa billahi syahiidaa. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah.
Teman-teman yang saya sayangi dan banggakan, marilah kita bersyukur kepada Allah karena berkat karunianya kita dapat kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan.
Pada kultum kali ini saya ingin menyampaikan mengenai disiplin dengan waktu.
Ramadan melatih kita disiplin waktu seperti sahur tepat waktu, berbuka tepat waktu, salat tepat waktu.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian."
(QS. Al-'Asr: 1-2)
Rasulullah ο·Ί juga bersabda:
"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang."
(HR. Bukhari)
Di sekolah, waktu adalah kesempatan. Jika kita menunda tugas, malas belajar, atau sering terlambat, kita sedang menyia-nyiakan nikmat Allah.
Ramadan adalah momentum memperbaiki disiplin: datang tepat waktu, fokus belajar, dan tidak menunda kewajiban.
Karena pelajar yang menghargai waktu, akan dihargai oleh masa depannya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
4. Meluruskan Niat dalam Belajar
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Innalhamdalillah nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh wa na'udzubillahi min syururi anfusina, wamin sayyiaati a'maalinaa, mayyahdihillahu falaa mudhilla lah, wamayyudhlil falaa haadiya lah. Asyhadu alla ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warosuuluh.
Puji syukur kepada Allah yang memberikan kita kesehatan sehingga dapat kembali menjalankan ibadah puasa pada Ramadan tahun ini.
Teman-teman, belajar bisa menjadi ibadah jika niatnya benar.
Allah berfirman:
"Padahal mereka tidak diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya."
(QS. Al-Bayyinah: 5)
Rasulullah ο·Ί juga bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Di sekolah, kita sering ingin nilai tinggi agar dipuji. Itu tidak salah. Namun akan lebih mulia jika kita belajar karena ingin mencari ilmu dan ridha Allah.
Dengan niat yang ikhlas, kita tidak iri pada teman yang juara, dan tidak sombong saat berprestasi.
Ramadan adalah waktu terbaik memperbaiki niat. Jadikan belajar sebagai jalan menuju surga.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
5. Kepedulian dan Semangat Berbagi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahilladzi arsala rasulahu bil huda wadinil haqq, liyudzhirahu 'aladdini kullihi, wakafa billahi syahiidaa. Asyhadu alla ilaha illallah. Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah.
Segala puji bagi Allah SWT yang memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan tahun ini.
Teman-teman yang dirahmati Allah, Ramadan adalah bulan berbagi dan peduli.
Allah berfirman:
"Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan."
(QS. Al-Insan: 8)
Rasulullah ο·Ί bersabda:
"Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Di sekolah, mungkin ada teman yang kesulitan memahami pelajaran, kurang percaya diri, atau sedang memiliki masalah.
Menolong teman belajar, berbagi takjil, atau sekadar memberi semangat adalah bentuk kepedulian.
Pelajar yang baik bukan hanya cerdas otaknya, tetapi juga lembut hatinya.
Semoga Ramadan ini menjadikan kita pelajar yang peduli, berakhlak mulia, dan dicintai Allah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(afb/afb)











































