Berburu takjil selalu jadi momen seru bagi setiap masyarakat di Medan, Sumatera Utara (Sumut) di bulan Ramadan. Nah, ada banyak lokasi menarik untuk membeli aneka menu berbuka puasa, di mana salah satunya di Jalan Abdullah Lubis.
Pantauan tim detikSumut, sejak pukul 16.00 WIB sudah mulai dipadati dari oleh berbagai kalangan mulai dari para remaja, mahasiswa, serta orang tua. Di lokasi tersebut, banyak para pedagang menjual dagangannya dan suasananya pun cukup meriah
Terlihat hidangan jajanan menggugah selera, mulai dari kue tradisional, mie, sate, minuman segar dan beragam makanan modern lainnya. Tidak heran, banyak warga berbelanja dengan jumlah yang banyak. Untuk harga dimulai dari Rp 2.000-Rp 15.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pembeli, Rani, mengaku datang lebih awal karena takut kehabisan dan menghindari macet. Ia mengatakan ini merupakan ketiga kalinya ia berburu takjil untuk berbuka puasa.
"Lebih cepat datang karena takut kehabisan, sekaligus menghindari macet seperti semalam dan kemarin. Ini ketiga kali berburu takjil di sini, tempatnya startegis dan mudah dijangkau," ucapnya kepada detikSumut, Sabtu(21/2/2026).
Rani juga mengatakan untuk hari ini ia ingin mencoba berbuka puasa dengan kue basah sebagai pembuka, lalu makanan berat dan minuman segar.
"Ini lagi beli kue basah berbagai macam, ada juga nasi ayam dan minuman segar untuk berbuka," ujarnya.
Rani mengaku di lokasi tersebut tersedia berbagai macam menu. Kemudian, harganya juga terjangkau.
"Banyak pilihanya di sini, harganya juga murah meriah jadi tidak usah takut kantong bolong," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang minuman, Arif, mengatakan ia berjualan selama bulan Ramadan di Jalan Abdullah Lubis. Ia mengaku berjualan di tempat tersebut mendapat keuntungan yang cukup besar.
"Selama Ramadan saya jualan disini, kalau siap-siap untuk jualan dari siang dan buka di sini jam 15.30 WIB dan tutup setelah selesai berbuka puasa. Selama beberapa hari jualan semua dagangan saya habis, keuntungannya lumayan besar. Semoga dagangan saya dan pedagang lainnya habis terjual selama bulan Ramadan," harap Arif.
(dhm/dhm)











































