Ramadan menjadi bulan yang selalu ditunggu-tunggu umat Islam seluruh dunia. Semua amalan yang dilakukan saat Ramadan, pahalanya dilipatgandakan.
"Bagi orang-orang yang beriman, bulan suci ini adalah anugerah hadiah dari Allah SWT. Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi orang-orang yang beriman, termaktub dalam surah Al Baqarah ayat 183.
"Ayat ini dimulai dengan seruan untuk orang-orang yang beriman, isinya perintah melaksanakan puasa. Dalam melaksanakan puasa, ada beberapa hal yang harus dijaga dan diikuti," ungkap Dekan Fakultas Agama Islam UMSU Zailani, dalam program Kultum Ramadan detikSumut, Kamis (19/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zailani membeberkan ada beberapa hal yang perlu dijaga saat melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya mengamalkan niat dalam berpuasa.
"Ketika kita melaksanakan puasa dan pada waktu dimulai dengan sahur, maka pada waktu itu secara langsung kita sudah berniat untuk puasa. Jangan khawatir kalau kita tidak mengucapkan apapun dalam melaksanakan puasa ini dalam makna niat secara Qauliyah," ungkap Zailani
"Bila kita sudah menyengajahkan diri untuk makan dan minum dan menahan makan dan minum dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari, sesungguhnya kita sudah berpuasa," lanjutnya.
Baca juga: Apa Itu Mokel? Istilah Gaul di Bulan Puasa |
Zailani mengatakan bahwa berpuasa bukan hanya sekadar menahan diri dari hal-hal yang di luar Ramadan dihalalkan lalu menjadi terlarang pada siang hari saat Ramadan. Lebih dari itu, ada dua makna yang harus dipahami yakni Shiyam dan makna Shaum.
"Ada makna Shiyam dan makna Shaum. Shiyam itu menjaga agar kita tidak makan dan minum dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari. Sementara Shaum adalah menahan diri kita agar tidak menghilangkan nilai-nilai puasa. Nah, niat kita itu harus ada dalam dua hal, pertama kita tidak membatalkan puasa di saat belum waktunya," kata Zailani.
"Apakah kita makan di siang hari ataukah kita minum di siang hari atau melakukan hubungan suami istri, bagi yang sudah menikah, nah ini hal-hal yang membatalkan puasa," lanjutnya.
Sementara itu, Zailani menyebut pada poin kedua ini haruslah menjaga nilai-nilai berpuasa pada bulan Ramadan. Bukan hanya menjaga lapar dahaga naun juga hawa nafsu.
"Jangan sampai kita itu membatalkan nilai puasa maka niat kita pun adalah bagaimana menjaga hawa nafsu kita, jangan sampai kita berpuasa tapi nilai ibadah puasanya tidak kita dapatkan. Maka puasa adalah hal terbaik yang diberikan oleh Allah kepada kita," ujarnya.
"Ciri-ciri generasi yang Rabbani di mana pun dia berada, di mana pun dia duduk, di mana pun dia berjalan maka sesungguhnya dia merasa selalu diawasi oleh Allah SWT, maka berniatlah hal yang baik InsyaAllah kepada tempat yang baik," sambung Zailani.
Sementara itu, puasa akan jauh lebih sempurna apabila diniatkan hanya untuk Allah SWT tanpa ada kepentingan lainnya.
"Berniatlah kepada Allah, InsyaAllah, Allah akan membimbing kita. Inilah prinsip yang bisa kita jalankan dalam melaksanakan puasa dan bagi kita yang telah melaksanakan puasa, yakinkan, teguhkan di dalam hati kita bahwa tidak ada yang kita harapkan dalam puasa ini kecuali niatnya hanya untuk Allah SWT," pungkasnya.
Simak Video "Video: Ini Bacaan Niat Puasa Selama 1 Bulan Penuh Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(ksr/astj)











































