Puasa selama Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Di balik praktik ibadah tersebut, terdapat sejumlah manfaat yang telah banyak dibahas dalam kajian ilmiah, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental spiritual.
Dalam sebuah hadis, Muhammad SAW bersabda, "Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat." Pesan ini menunjukkan bahwa sejak berabad-abad lalu, puasa telah dipahami memiliki manfaat bagi tubuh.
Jurnal ilmiah Peuradeun berjudul "Puasa dan Hikmahnya terhadap Kesehatan Fisik dan Mental Spiritual" dijelaskan bahwa hakikat puasa adalah menahan hawa nafsu, yang dalam ajaran agama dipandang sebagai tantangan terbesar bagi manusia beriman. Namun, di samping nilai ibadah, puasa juga menyimpan berbagai hikmah kesehatan yang dapat dirasakan tubuh dan jiwa.
Puasa Beri Waktu Istirahat Organ Pencernaan
Secara medis, puasa memberikan kesempatan bagi organ pencernaan untuk beristirahat. Dalam kondisi normal, sistem pencernaan bekerja hampir tanpa henti untuk mengolah makanan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan penumpukan sisa metabolisme dalam tubuh.
Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa saat berpuasa, sistem pencernaan, termasuk enzim dan hormon, memiliki waktu untuk memperbaiki diri. Proses ini dinilai membantu menjaga kesehatan saluran cerna.
Puasa juga disebut dapat membantu mengendalikan produksi enzim lambung. Pada kondisi lapar biasa, otak akan merangsang lambung mengeluarkan enzim pencernaan yang dapat memicu rasa nyeri, terutama bagi penderita gangguan lambung. Namun pada orang yang berpuasa, mekanisme tersebut cenderung lebih terkendali.
Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan |
Menurunkan Risiko Penyakit Metabolik
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan RI, puasa dapat membantu mengontrol kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah apabila dilakukan dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka.
Selama puasa, asupan kalori umumnya berkurang karena waktu makan terbatas. Kondisi ini menciptakan defisit kalori yang berperan dalam pengelolaan berat badan. Pengaturan pola makan tersebut dinilai bermanfaat bagi penderita diabetes, obesitas, maupun hipertensi, dengan catatan tetap memperhatikan kondisi medis masing-masing.
Selain itu, puasa juga dikaitkan dengan proses autophagy, yaitu mekanisme alami tubuh dalam membersihkan sel-sel yang rusak. Proses ini berperan dalam peremajaan sel dan perlindungan terhadap berbagai penyakit.
Puasa juga disebut dapat membantu mengendalikan hormon katekolamin dalam darah yang berkaitan dengan risiko gangguan jantung. Meski demikian, individu dengan penyakit kronis tetap disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalankan puasa.
Simak Video "Video: Bolehkah Membatalkan Puasa karena Pekerjaan Terlalu Berat?"
(astj/astj)