Dinkes Sumut Uji Sampel Bahan MBG yang Diduga Bikin Murid Keracunan di Dairi

Dinkes Sumut Uji Sampel Bahan MBG yang Diduga Bikin Murid Keracunan di Dairi

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 11 Feb 2026 20:34 WIB
Ahli gizi mengecek suhu makanan menggunakan termometer masak digital saat pemorsian contoh menu makan bergizi gratis (MBG) pada makanan khas nasi megono di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (
Ilustrasi menu MBG (Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
Medan -

Murid SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Swasta Arina Sidikalang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut bakal melakukan uji sampel bahan MBG.

"Kita baru menerima sampel bahan makanan itu tadi pagi jam 10 di Laboratorium Kesehatan Daerah," kata Sekretaris Dinkes Sumut Hamid Rijal saat dihubungi, Rabu (11/2/2026).

Hamid menjelaskan sampel yang mereka terima adalah menu makanan yang dikonsumsi pada Senin (9/2). Sementara untuk yang dikonsumsi oleh murid SMK Swasta Arina Sidikalang pada Selasa (10/2) belum mereka terima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini yang sudah kita terima uji sampel bahan makanannya itu yang menu yang di tanggal 9 (Februari)," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Waktu yang dibutuhkan untuk menguji sampel bahan makanan sendiri paling lama 5 hari kerja. Setelah itu baru dapat diketahui apakah ada zat yang berbahaya untuk tubuh.

"Secara SOP kami paling lama 5 hari kerja kita bisa mendapatkan hasil bahan makanan tersebut mengandung zat-zat atau bahan yang dinilai berbahaya untuk kesehatan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan murid SMK Swasta HKBP Sidikalang mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG). Terbaru puluhan murid SMK Swasta Arina Sidikalang juga mengalami keracunan usai menyantap MBG.

"Ini informasi terbarunya ada juga sekolah lain yang juga kena, SMK Arina dengan dapur yang sama," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Salman saat dihubungi, Rabu (11/2).

MBG yang disantap murid kedua SMK itu disebut sama yakni SPPG Sidikalang 3. Murid SMK Swasta Arina Sidikalang menyantap MBG kemarin.

"Berhenti operasi kan hari ini, SMK Arina ini masih menyantap makanan yang didistribusikan hari Selasa," ujarnya.

Salman mengungkapkan jika saat ini sudah ada 36 murid yang masuk rumah sakit. Kemungkinan jumlah korban terus bertambah.

"Ini laporan terakhir sudah 36 masuk hari ini dan itu kemungkinan masih terus bertambah," jelasnya.

Menu yang disantap murid SMK Swasta Arina Sidikalang adalah ikan. Namun disebut diduga mulai basi hingga memunculkan aroma.

"SMK Arini itu ikan, nasi mulai basi dan memunculkan aroma," tuturnya.

Kepala Badan Gini Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara (Sumut) Agung Kurniawan mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan Labkesda Sumut. SPGG sendiri sudah dihentikan operasionalnya mulai hari ini.

"SPPG nya itu sementara sudah ditutup per besok, hari ini keluar suratnya," sebut Agung Kurniawan, Selasa (11/2).

Pihaknya belum dapat menyebutkan jika ratusan murid itu keracunan MBG. Sebab belum ada hasil dari Labskesda Sumut soal adanya Escherichia coli (Ecoli).

"Makanya ku bilang kita belum bisa mengatakan itu adalah kontaminasi pangan, hasil temuan-temuan kita dan lab dari Labskesda Sumut itu belum membilangkan bahwasanya ada temuan terkait E.coli nya," ujarnya.

Agung menjelaskan jika mereka masih menunggu hasil pemeriksaan lab. Sehingga pihaknya hingga saat ini belum dapat memastikan apakah keracunan karena MBG.

"Kalau informasi yang sudah dikeluarkan tim Labkesda sudah eligible baru kita sampaikan itu adalah hal keracunan pangan, Kalau pandangan ku belum bisa kita sampaikan belum bisa kita bilang itu keracunan makanan, karena mereka hari ini tidak makan MBG," jelasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 200 Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads