Murid 2 SMK di Dairi Diduga Keracunan MBG dari SPPG yang Sama

Murid 2 SMK di Dairi Diduga Keracunan MBG dari SPPG yang Sama

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 11 Feb 2026 16:01 WIB
SIswa SMK di Dairi diduga keracunan MBG. (Istimewa)
Foto: Dok.Detikcom
Dairi -

Murid dari SMK Swasta HKBP Sidikalang dan SMK Swasta Arina Sidikalang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG). MBG kedua sekolah itu disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur yang sama.

"Ini informasi terbarunya ada juga sekolah lain yang juga kena, SMK Arina dengan dapur yang sama," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Salman saat dihubungi, Rabu (11/2/2026).

MBG yang disantap murid dari kedua SMK itu disebut sama yakni SPPG Sidikalang 3. Murid SMK Swasta Arina Sidikalang menyantap MBG kemarin, sedangkan murid SMK Swasta HKBP Sidikalang makan MBG pada Senin (9/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(SPPG) Berhenti operasi kan hari ini, SMK Arina ini masih menyantap makanan yang didistribusikan hari Selasa," ujarnya

Menu yang disantap murid yang diduga keracunan MBG adalah ayam dan ikan. Makanan disebut cenderung basi saat disantap.

ADVERTISEMENT

"Menurut laporan kepala sekolah kalau yang hari Senin yang menimpa sekolah HKBP ayam, pengakuannya ada yang belum matang dan cenderung basi, SMK Arini itu ikan, nasi mulai basi dan memunculkan aroma," ucapnya.

Ada beberapa ciri-ciri yang dialami oleh murid yang diduga keracunan MBG. Seperti mual, muntah, diare, hingga pusing.

"Mual-mual, muntah-muntah, diare, sama pusing," ucapnya.

Kepala Badan Gini Nasional (BGN) Regional Sumatera Utara (Sumut) Agung Kurniawan mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan Labkesda Sumut. SPGG sendiri sudah dihentikan operasionalnya mulai hari ini.

"SPPG nya itu sementara sudah ditutup per besok, hari ini keluar suratnya," sebut Agung Kurniawan, Selasa (11/2).

Pihaknya belum dapat menyebutkan jika ratusan murid itu keracunan MBG. Sebab belum ada hasil dari Labskesda Sumut soal adanya Escherichia coli (Ecoli).

"Makanya ku bilang kita belum bisa mengatakan itu adalah kontaminasi pangan, hasil temuan-temuan kita dan lab dari Labskesda Sumut itu belum membilangkan bahwasanya ada temuan terkait E.coli nya," ujarnya.

Agung menjelaskan jika mereka masih menunggu hasil pemeriksaan lab. Sehingga pihaknya hingga saat ini belum dapat memastikan apakah keracunan karena MBG.

"Kalau informasi yang sudah dikeluarkan tim Labkesda sudah eligible baru kita sampaikan itu adalah hal keracunan pangan, Kalau pandangan ku belum bisa kita sampaikan belum bisa kita bilang itu keracunan makanan, karena mereka hari ini tidak makan MBG," jelasnya.




(niz/nkm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads