Bau mulut kerap menjadi keluhan yang dirasakan sebagian orang saat menjalani Ramadan. Untuk menghindari bau mulut saat menjalani puasa, ada baiknya tidak mengonsumsi jenis makanan ini.
drg Rivina Ilmiati mulanya menjelaskan bahwa saat berpuasa asupan cairan tubuh tidak seperti hari biasa. Hal tersebut menyebabkan produksi air liur atau saliva berkurang, sehingga proses pembersihan alami di dalam mulut tidak berjalan optimal.
"Ketika kita tidak makan dan minum, otomatis air liur berkurang. Padahal saliva berfungsi untuk membersihkan mulut dari bakteri. Kalau jumlahnya menurun, proses self cleansing di dalam mulut juga tidak normal seperti biasanya," ujarnya, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bau mulut orang tidak memiliki masalah pada gigi saat berpuasa umumnya tidak terlalu menyengat. Bau yang muncul biasanya hanya disebabkan oleh kondisi mulut yang kering.
Berbeda dengan orang yang memiliki masalah gigi, bau mulutnya saat berpuasa akan lebih kuat. Bau mulut juga akan muncul apabila punya masalah gigi dan mulut meski tidak berpuasa.
"Baunya itu ada, tapi tidak semerbak. Hanya bau karena mulut kering saja. Tapi kalau seseorang punya masalah gigi dan mulut, meskipun tidak puasa, tetap bisa bau. Saat puasa, baunya bisa bertambah berkali-kali lipat," jelasnya.
Menurutnya, bau mulut juga berkaitan dengan peningkatan jumlah bakteri pembusuk di dalam mulut. Dalam jumlah normal, bakteri tersebut masih memiliki fungsi.
Namun, jika kesehatan gigi dan mulut terganggu, bakteri jahat seperti Streptococcus dan Staphylococcus dapat berkembang lebih banyak dan memicu gigi berlubang serta radang gusi.
"Kalau di dalam mulut sudah tidak sehat, pasti ada bakteri jahatnya. Ini yang membuat aroma mulut jadi tidak sedap," katanya.
Karena itu, drg. Rivina menyarankan untuk memeriksakan kesehatan gigi sebelum memasuki bulan puasa. Pemeriksaan sebaiknya tidak dilakukan mendadak saat sudah berpuasa, karena perawatan gigi tidak selalu bisa langsung sembuh dalam waktu singkat.
"Sebenarnya bukan hanya menjelang puasa. Idealnya kontrol gigi itu rutin, enam bulan sekali harus periksa ke dokter gigi. Selama Ramadan hindari makanan yang memiliki aroma menyengat seperti petai dan jengkol, serta membatasi makanan manis dan lengket yang sulit dibersihkan," lanjut dia.
Kemudian ia menyarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi dan mengandung mineral. Selain baik untuk pencernaan, makanan tinggi serat juga membantu proses pembersihan alami di dalam mulut.
Untuk perawatan harian, menyikat gigi dianjurkan dua kali sehari, yakni setelah sahur dan sebelum tidur. Menyikat gigi boleh dilakukan lebih dari dua kali jika diperlukan, namun tidak disarankan terlalu sering.
"Air liur mengandung kalsium dan fluorida. Kalau terlalu sering menyikat gigi, zat alami ini tidak sempat melumasi dan melindungi gigi," jelasnya.
Artikel ditulis oleh Laila Syakira peserta Maganghub Kemnaker di detikcom
Simak Video "Video: Mulut Masih Bau Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Bisa Jadi Penyebabnya!"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)











































