Prabowo Salurkan Sapi Meugang untuk 1.455 Desa Kena Bencana di Aceh

Aceh

Prabowo Salurkan Sapi Meugang untuk 1.455 Desa Kena Bencana di Aceh

Agus Setyadi - detikSumut
Senin, 09 Feb 2026 15:29 WIB
Prabowo Salurkan Sapi Meugang untuk 1.455 Desa Kena Bencana di Aceh
Ilustrasi sapi meugang (Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja)
Banda Aceh -

Presiden Prabowo Subianto mengabulkan permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang meminta sapi meugang untuk masyarakat korban bencana. Pemerintah Pusat disebut akan menyalurkan sapi kepada warga di 1.455 desa.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Dek Fadh mengatakan, pemerintah pusat akan mengirimkan uang seharga sapi ke kabupaten/kota terdampak bencana untuk dibelikan sapi yang akan dibagikan ke masyarakat. Setiap desa disebut mendapatkan uang Rp 50 juta.

"Kalau tidak salah saya per sapi Rp 50 juta dengan jumlah desa yang ditetapkan. Harga sapi di daerah kita tidak sampai Rp 50 juta mungkin mereka (desa) bisa beli 2 sapi," kata Dek Fadh kepada wartawan di Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, anggaran itu langsung disalurkan ke pemerintah kabupaten/kota, tidak melalui Pemerintah Aceh. Berdasarkan data terakhir, desa terdampak bencana di Aceh berjumlah 3.003 desa di 203 kecamatan.

Namun desa yang ditetapkan terkena bencana sebanyak 1.455 desa. Kampung terkena bencana itulah yang ditetapkan mendapatkan daging meugang.

ADVERTISEMENT

"Sekarang anggaran sudah tersedia dari pak presiden," jelas Dek Fadh.

Diketahui, Gubernur Mualem menyarankan pemerintah pusat mengimpor sapi agar masyarakat dapat menyantap daging saat hari meugang. Mualem menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dengan kementerian/lembaga dan kepala daerah di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

"Ini saya alamatkan ke Pak Purbaya sama Pak Mendagri. Sebentar lagi kita menjelang Ramadhan, jadi Aceh kalau tidak makan daging rasanya Ramadhan enggak sah," kata Mualem.

Mualem mengatakan, harga daging di Aceh selama ini termahal di Indonesia. Ketika meugang sebelumnya, harga daging sapi atau kerbau mencapai Rp 200 ribu perkilogram.

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu memperkirakan harga daging saat meugang kali ini mencapai Rp 300 ribu perkilogram. Hal itu disebabkan banyak hewan ternak mati.

"Jadi kepada pak Mendagri dan pak Purbaya mohon dagingnya pak atau sapi utuh untuk kita apakah jual atau kita kasih kepada masyarakat yang terdampak supaya (mereka) dapat menikmati dagingnya," jelas Mualem.

"Saya rasa boleh impor pak dimana-mana, di Australia atau pun di India yang murah. Ini saya sarankan pak, karena banyak ternak yang jadi korban. Di tempat saya di kampung saya ada agen sapi sampai 300 ekor musnah sapinya dampak banjir," lanjut Ketua Umum Partai Aceh itu.

Tentang Meugang

Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh membeli daging sapi atau kerbau untuk kemudian dimasak dan disantap bersama keluarga. Tradisi meugang ini sudah dilakukan sejak masa Sultan Iskandar Muda memimpin Tanah Rencong.

Dalam setahun, ada tiga kali meugang yaitu dua atau tiga hari sebelum Ramadan, sehari sebelum lebaran Idul Fitri dan dua hari sebelum lebaran Idul Adha.

"Saat meugang semua orang statusnya sama baik orang kaya ataupun miskin. Mereka semua beli daging untuk dimakan bersama keluarga," kata kolektor manuskrip kuno Aceh, Tarmizi Abdul Hamid kepada detikcom beberapa waktu lalu.




(agse/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads