Sejumlah Amalan yang Dianjurkan dalam Menyambut Bulan Ramadan

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikSumut
Jumat, 06 Feb 2026 05:00 WIB
Foto: Ilustrasi baca Alquran. (Getty Images/maroot sudchinda)
Jakarta -

Bagi umat Islam, bulan Ramadan jadi momen penting untuk memperbanyak amal ibadah sekaligus membersihkan diri dari kebiasaan dan perilaku yang kurang baik. Agar seorang Muslim dapat menjalankan puasa dengan lebih fokus dan maksimal maka perlu dilakukan persiapan sejak dini.

Salah satunya dengan memperhatikan dan mengamalkan berbagai amalan yang dianjurkan menjelang datangnya bulan Ramadan.

Amalan dalam Menyambut Bulan Ramadan

Dilansir detikHikmah dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan karya Abu Maryam Kautsar Amru, menyambut bulan Ramadan tidak hanya dilakukan ketika bulan suci itu tiba. Umat Islam dianjurkan melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari, baik secara fisik, ilmu, maupun spiritual.

Hal itu bertujuan agar saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dapat lebih khusyuk, tertata, dan sesuai tuntunan syariat. Berikut ini sejumlah amalan yang dapat dilakukan dalam menyambut bulan Ramadan:

1. Bayar Utang Puasa Ramadan Tahun Sebelumnya

Dalam menyambut bulan Ramadan, salah satu persiapan paling penting adalah membayar utang puasa Ramadan yang lalu. Hal ini terutama berlaku bagi wanita yang tidak berpuasa karena haid atau uzur lainnya.

Adapun waktu untuk mengqadha puasa Ramadan yakni sepanjang tahun hingga datang bulan Syaban. Bulan tersebut jadi batas waktu terakhir sebelum memasuki Ramadan berikutnya. Utang puasa sebaiknya segera dilunasi agar tidak tertunda.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصُّؤْمِمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِي إِلَّا فِي شَعْبَانَ قَالَ يَحْيَى الشَّغَلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Abu Salamah berkata, aku mendengar Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:

"Aku berutang puasa Ramadan dan aku tidak bisa mengqadha-nya kecuali pada bulan Syaban."

Yahya berkata: "Karena beliau sibuk mengurusi Nabi atau senantiasa menyertai kesibukan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." (HR. Bukhari)

2. Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Syaban

Waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah adalah Bulan Syaban. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada bulan ini sangat sering berpuasa.



Simak Video "Video: Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar"


(mjy/mjy)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork