Bagi umat Islam, bulan Ramadan jadi momen penting untuk memperbanyak amal ibadah sekaligus membersihkan diri dari kebiasaan dan perilaku yang kurang baik. Agar seorang Muslim dapat menjalankan puasa dengan lebih fokus dan maksimal maka perlu dilakukan persiapan sejak dini.
Salah satunya dengan memperhatikan dan mengamalkan berbagai amalan yang dianjurkan menjelang datangnya bulan Ramadan.
Amalan dalam Menyambut Bulan Ramadan
Dilansir detikHikmah dari buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadan karya Abu Maryam Kautsar Amru, menyambut bulan Ramadan tidak hanya dilakukan ketika bulan suci itu tiba. Umat Islam dianjurkan melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari, baik secara fisik, ilmu, maupun spiritual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu bertujuan agar saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan dapat lebih khusyuk, tertata, dan sesuai tuntunan syariat. Berikut ini sejumlah amalan yang dapat dilakukan dalam menyambut bulan Ramadan:
1. Bayar Utang Puasa Ramadan Tahun Sebelumnya
Dalam menyambut bulan Ramadan, salah satu persiapan paling penting adalah membayar utang puasa Ramadan yang lalu. Hal ini terutama berlaku bagi wanita yang tidak berpuasa karena haid atau uzur lainnya.
Adapun waktu untuk mengqadha puasa Ramadan yakni sepanjang tahun hingga datang bulan Syaban. Bulan tersebut jadi batas waktu terakhir sebelum memasuki Ramadan berikutnya. Utang puasa sebaiknya segera dilunasi agar tidak tertunda.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut:
ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ¨ΩΩ Ψ³ΩΩΩΩ ΩΨ©Ω ΩΩΨ§ΩΩ Ψ³ΩΩ ΩΨΉΩΨͺΩ ΨΉΩΨ§Ψ¦ΩΨ΄ΩΨ©Ω Ψ±ΩΨΆΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΨ§ ΨͺΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΨ΅ΩΩΨ€ΩΩ ΩΩ Ω Ω ΩΩΩ Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ ΩΩΩ ΩΨ§ Ψ£ΩΨ³ΩΨͺΩΨ·ΩΩΨΉΩ Ψ£ΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨΆΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩ Ψ΄ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨΩΩΩΩ Ψ§ΩΨ΄ΩΩΨΊΩΩΩ Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΩ Ψ¨ΩΨ§ΩΩΩΩΨ¨ΩΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ³ΩΩΩΩΩ Ω
Dari Abu Salamah berkata, aku mendengar Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
"Aku berutang puasa Ramadan dan aku tidak bisa mengqadha-nya kecuali pada bulan Syaban."
Yahya berkata: "Karena beliau sibuk mengurusi Nabi atau senantiasa menyertai kesibukan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam." (HR. Bukhari)
2. Perbanyak Puasa Sunnah di Bulan Syaban
Waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah adalah Bulan Syaban. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada bulan ini sangat sering berpuasa.
Bahkan dalam beberapa hadits shahih disebutkan bahwa beliau hampir berpuasa penuh di sepanjang bulan Syaban.
Rasulullah melakukan puasa sunnah pada bulan Syaban sebagai bentuk persiapan diri menyambut datangnya bulan Ramadan. Hal itu bertujuan agar tubuh dan jiwa dilatih untuk lebih siap menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan maksimal.
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan,
ΩΩΨ§ΩΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ - Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ - ΩΩΨ΅ΩΩΩ Ω ΨΩΨͺΩΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ ΩΩΩΩΨ·ΩΨ±Ω Ψ ΩΩΩΩΩΩΨ·ΩΨ±Ω ΨΩΨͺΩΩΩ ΨͺΩΩΩΩ ΩΩΨ§ ΩΩΨ΅ΩΩΩ Ω . ΩΩΩ ΩΨ§ Ψ±ΩΨ£ΩΩΩΨͺΩ Ψ±ΩΨ³ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ - Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ - Ψ§Ψ³ΩΨͺΩΩΩΩ ΩΩΩ Ψ΅ΩΩΩΨ§Ω Ω Ψ΄ΩΩΩΨ±Ω Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ Ψ ΩΩΩ ΩΨ§ Ψ±ΩΨ£ΩΩΩΨͺΩΩΩ Ψ£ΩΩΩΨ«ΩΨ±Ω Ψ΅ΩΩΩΨ§Ω ΩΨ§ Ω ΩΩΩΩΩ ΩΩΩ Ψ΄ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§ΩΩ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Syaban." (HR. Bukhari dan Muslim)
Aisyah radhiyallahu 'anha juga mengatakan,
ΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΨ¨Ω - Ψ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩΩ ΩΨ³ΩΩ - ΩΩΨ΅ΩΩΩ Ω Ψ΄ΩΩΩΨ±ΩΨ§ Ψ£ΩΩΩΨ«ΩΨ±Ω Ω ΩΩΩ Ψ΄ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§ΩΩ Ψ ΩΩΨ₯ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ΅ΩΩΩ Ω Ψ΄ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΩΩΩΩ
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Syaban seluruhnya." (HR. Bukhari)
Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan,
Ψ£ΩΩΩΩΩΩ ΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ ΩΩΨ΅ΩΩΩ Ω Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΨ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ΄ΩΩΩΨ±ΩΨ§ ΨͺΨ§Ω ΩΨ§ Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ Ψ΄ΩΨΉΩΨ¨ΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ΅ΩΩΩΩΩΩ Ψ¨ΩΨ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Syaban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadan." (HR. Abu Daud dan An Nasa'i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Terdapat ketentuan penting dalam berpuasa di bulan Syaban. Umat Islam dilarang berpuasa satu atau dua hari menjelang masuknya Ramadan. Larangan ini bertujuan agar puasa sunnah Syaban tidak bercampur dengan puasa wajib Ramadan, sehingga ibadah puasa dijalankan sesuai dengan waktunya masing-masing.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
ΩΨ§ ΨͺΩΩΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΨ§ Ψ±ΩΩ ΩΨΆΩΨ§ΩΩ Ψ¨ΩΨ΅ΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΩΩΨ§ ΩΩΩΩΩ ΩΩΩΩΩ Ψ₯ΩΩΩΩΨ§ Ψ±ΩΨ¬ΩΩΩ ΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΨ΅ΩΩΩ Ω Ψ΅ΩΩΩΩ ΩΨ§ ΩΩΩΩΩΩΨ΅ΩΩ ΩΩΩ
"Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadan kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa." (HR. Muslim dan Bukhari).
3. Membekali Diri dengan Ilmu tentang Puasa Ramadan
Jelang Ramadan, salah satu persiapan penting dilakukan adalah mempelajari ilmu yang berkaitan dengan puasa. Ilmu tersebut mencakup dua hal utama, yaitu pemahaman tentang hukum, tata cara, serta ketentuan syariat puasa Ramadan, dan pengetahuan mengenai keutamaan-keutamaan Ramadan beserta cara meraihnya sesuai tuntunan sunnah.
Kedua aspek ini penting agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan benar dan maksimal.
4. Berdoa Agar Dipertemukan dengan Ramadan dan Menyiapkan Hati
Sebagian ulama salaf mencontohkan kebiasaan berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan. Diriwayatkan bahwa mereka berdoa selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan Ramadan, lalu berdoa selama lima bulan berikutnya agar amal ibadahnya diterima.
Doa ini dilakukan secara umum dan personal, tanpa lafaz khusus, karena tidak ada doa tertentu yang diajarkan secara khusus oleh Rasulullah SAW maupun para sahabat.
5. Perbanyak dan Membiasakan Baca Al-Qur'an
Sebelum datangnya bulan Ramadan, perlu dimulai untuk membiasakan diri membaca Al-Qur'an. Hal ini bertujuan sebagai latihan kesungguhan agar ketika Ramadan tiba, kita sudah terbiasa mengisi waktu dengan tilawah Al-Qur'an.
Tujuannya sejalan dengan anjuran memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban, yakni agar ibadah dilakukan dengan kesiapan dan konsistensi.
6. Melakukan Rukyatul Hilal bagi yang Mampu
Bagi yang memiliki kemampuan dan pengetahuan, dianjurkan untuk melakukan rukyatul hilal. Hal ini karena sistem penanggalan Islam berbeda dengan penanggalan masehi. Kalender Islam didasarkan pada peredaran bulan (lunar system), sedangkan penanggalan umum mengacu pada peredaran matahari (solar system).
Maka dari itu Rasulullah SAW bersabda,
Ψ₯ΩΨ°ΩΨ§ Ψ±ΩΨ£ΩΩΩΨͺΩΩ ΩΩΩΩ ΩΩΨ΅ΩΩΩ ΩΩΩΩΨ ΩΩΨ₯ΩΨ°ΩΨ§ Ψ±ΩΨ£ΩΩΩΨͺΩΩ ΩΩΩΩ ΩΩΨ£ΩΩΩΨ·ΩΨ±ΩΩΨ§Ψ ΩΩΨ₯ΩΩΩ ΨΊΩΩ ΩΩ ΨΉΩΩΩΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ§ΩΩΨ―ΩΨ±ΩΩΨ§ ΩΩΩΩ
"Apabila kamu sekalian melihat hilal awal bulan Ramadan, maka berpuasalah, dan apabila kamu sekalian melihat hilal awal bulan Syawal maka berhari rayalah, jika kamu tidak bisa melihatnya (karena mendung) maka sempurnakanlah (hitungan bulan)." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Artikel ini telah tayang di detikHikmah, baca selengkapnya di sini
Simak Video "Video: Mengenal Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































