Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Aceh terkontraksi -1,61 secara year-on-year (YoY) pada triwulan IV 2025. Salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Tanah Rencong minus adalah bencana yang terjadi akhir November lalu.
"Bencana hidrometeorologi siklon tropis senyar yang terjadi di Aceh pada akhir November 2025 menjadi salah satu pendorong utama terkontraksinya ekonomi Aceh baik secara y-on-y maupun q-to-q," kata Kepala BPS Aceh Agus Andria dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 26 November lalu menyebabkan penurunan aktivitas produksi terutama akibat gagal panen pada sektor pertanian serta kerusakan pada sektor perkebunan, hortikultura, dan gangguan pada aktivitas industri. Selain itu, juga terjadi gangguan konektivitas dan mobilitas akibat kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, jaringan listrik, serta fasilitas umum yang menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Faktor lain yang menyebabkan ekonomi minus adalah penurunan kinerja perdagangan tercermin dari menurunnya ekspor serta peningkatan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, bencana juga menyebabkan penurunan daya beli masyarakat akibat berkurangnya pendapatan dan kenaikan harga beberapa komoditas.
Simak Video "Video BPS: Jumlah Pengangguran di RI 7,35 Juta Orang per November 2025"
(astj/astj)