Bencana Bikin Ekonomi Aceh Minus 1,6%

Aceh

Bencana Bikin Ekonomi Aceh Minus 1,6%

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 05 Feb 2026 20:46 WIB
Bencana Bikin Ekonomi Aceh Minus 1,6%
Bencana di Aceh (Agus Setyadi/detikSumut)
Banda Aceh -

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Aceh terkontraksi -1,61 secara year-on-year (YoY) pada triwulan IV 2025. Salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi Tanah Rencong minus adalah bencana yang terjadi akhir November lalu.

"Bencana hidrometeorologi siklon tropis senyar yang terjadi di Aceh pada akhir November 2025 menjadi salah satu pendorong utama terkontraksinya ekonomi Aceh baik secara y-on-y maupun q-to-q," kata Kepala BPS Aceh Agus Andria dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 26 November lalu menyebabkan penurunan aktivitas produksi terutama akibat gagal panen pada sektor pertanian serta kerusakan pada sektor perkebunan, hortikultura, dan gangguan pada aktivitas industri. Selain itu, juga terjadi gangguan konektivitas dan mobilitas akibat kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, jaringan listrik, serta fasilitas umum yang menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor lain yang menyebabkan ekonomi minus adalah penurunan kinerja perdagangan tercermin dari menurunnya ekspor serta peningkatan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, bencana juga menyebabkan penurunan daya beli masyarakat akibat berkurangnya pendapatan dan kenaikan harga beberapa komoditas.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data BPS, ekonomi Aceh secara y-o-y sebelumnya sempat minus saat terjadi pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Sejak 2021, ekonomi Tanah Rencong tumbuh positif dengan kisaran rata-rata 4 persen.

"Secara y-o-y, ekonomi Aceh triwulan IV 2025 mengalami kontraksi sebesar 1,61 persen," jelas Agus.

Menurutnya, ekonomi Aceh triwulan IV dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2025 mencapai Rp 257,50 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 158,34 triliun. Pada triwulan tersebut lapangan usaha pertambangan dan penggalian dari sisi produksi mengalami kontraksi terdalam sebesar 17,79 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran ekspor barang dan jasa mengalami kontraksi terdalam sebesar 6,13 persen (selain komponen pengurang). Bila dilihat secara q-to-q, ekonomi Aceh terkontraksi 0,05 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Pertumbuhan ekonomi 2025 secara c-to-c tumbuh 2,97 persen, cenderung melambat dibandingkan pertumbuhan beberapa tahun sebelumnya. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha transportasi dan Pergudangan sebesar 6,00 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,41 persen," jelas Agus.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video BPS: Ekonomi Indonesia Sepanjang 2025 Tumbuh 5,11%"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads