Bangunan Tangsi Belanda di Siak yang Runtuh Berusia 2 Abad

Riau

Bangunan Tangsi Belanda di Siak yang Runtuh Berusia 2 Abad

Raja Adil Siregar - detikSumut
Sabtu, 31 Jan 2026 19:01 WIB
Bupati Siak Afni Zulkifli saat mendampingi korban untuk dapat penanganan medis. (Dok Istimewa)
Foto: Bupati Siak Afni Zulkifli saat mendampingi korban untuk dapat penanganan medis. (Dok Istimewa)
Siak -

Lantai bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Siak, runtuh dan menyebabkan 16 pelajar hingga guru luka-luka. Rupanya bangunan itu telah berusia 2 abad lebih dan butuh revitalisasi.

"Tangsi Belanda merupakan cagar budaya berusia lebih dari 2 abad," kata Bupati Siak Afni Zulkifli, Sabtu (31/1/2026).

Afni mengaku sejak pertama kali menjabat sudah meminta tolong ke Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan. Khususnya untuk revitalisasi bangunan-bangunan bersejarah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat bermohon sekali, sekiranya Bapak Menteri Kebudayaan dapat hadir di Siak melihat kondisi cagar budaya peninggalan Kerajaan Siak dan Belanda yang berusia lebih dari 1 abad bahkan 2 abad," kata Afni.

ADVERTISEMENT

Afni berharap ada bantuan dari pusat untuk revitalisasi. Termasuk Istana Siak yang jadi Museum beberapa waktu lalu.

"Kami sangat membutuhkan bantuan pusat melalui pihak Kementerian. Kami sangat berharap Bapak Menteri berkenan hadir di agenda simposium budaya kemelayuan Melayu Siak, yang dilaksanakan tanggal 10 Februari. Sangat sangat bermohon sekali beliau hadir sambil melihat kondisi Cagar Budaya dan Museum ini," kata Bupati Afni.

Terkait insiden hari ini, Afni mengaku telah mendampingi seluruh korban untuk dapat penanganan medis. Termasuk merujuk korban dengan luka serius akibat runtuhan lantai di bangunan tersebut.

Seluruh korban dan guru sendiri berasal dari SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam. Seluruhnya telah ditangani pasca dievakuasi dari lokasi runtuhan.




(ras/afb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads