Nasib tragis menimpa pasangan suami istri (pasutri) bernama Dewa Ketut Suparta (70) dan Dewa Ayu Made Gati (56) di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali. Keduanya tewas setelah diserang kawanan tawon saat sedang beristirahat di perkebunan mereka.
Melansir detikBali, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, kedua korban hendak memindahkan tumpukan daun kelapa kering di bawah gubuk di kebun itu.
"Sesuai keterangan saksi, saat daun kelapa itu diangkat, ternyata di bawahnya terdapat sarang tawon yang cukup besar. Seketika gerombolan tawon berhamburan dan langsung menyerang kedua korban," kata Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Kedua korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah yang berbeda. Nahas, Dewa Ketut Suparta terjatuh. Kepalanya terbentur akar pohon hingga tidak sadarkan diri. Saat itulah, kawanan tawon kembali mengerubungi dan menyengat tubuh pria itu hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, sang istri sempat diselamatkan oleh warga dan langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Mendoyo. Usai mendapatkan penanganan medis selama dua jam, Dewa Ayu diperbolehkan pulang pada pukul 18.00 Wita.
Namun, sekitar pukul 20.00 Wita, kondisi Dewa Ayu mendadak memburuk dan tubuhnya kejang-kejang. Tidak lama kemudian, dia mengembuskan napas terakhir.
"Istrinya sempat mendapatkan perawatan. Namun, korban mengalami kejang-kejang sehingga pihak keluarga kembali membawanya ke Puskesmas 1 Mendoyo. Setibanya di sana pada pukul 20.30 Wita, dokter piket menyatakan korban telah meninggal dunia," kata Sartika.
Sartika mengatakan keluarga korban sudah mengikhlaskan peristiwa itu sebagai musibah. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi terhadap kedua korban.
"Keluarga menyatakan menerima dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah kedua korban," pungkasnya.
Simak Video "Video: Jalan Rusak, Pasutri Lansia Ditandu 7 Km ke Puskesmas di Mamasa"
(dhm/dhm)