Waspada Penularan Super Flu, Sudah Ada 62 Kasus di RI

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Sabtu, 03 Jan 2026 05:00 WIB
Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mencatat sebanyak 62 kasus flu varian terbaru yang dikenal sebagai 'Super Flu' subclade K hingga 25 Desember 2025. Kelompok yang paling banyak terinfeksi varian influenza ini adalah perempuan dan anak-anak.

Flu subclade K atau superflu merupakan bagian dari influenza A (H3N2) yang saat ini mengalami peningkatan kasus signifikan di Amerika Serikat. Varian ini menjadi perhatian karena diduga memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dibandingkan influenza A pada umumnya.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K), menjelaskan subclade K memang memiliki kemampuan evolusi yang tinggi, mudah mengalami mutasi, serta berpotensi memicu wabah berskala luas.

"Dia berpotensi untuk menimbulkan kasus influenza massal yang bisa menyebabkan pasien itu banyak terkena sakit dan harus dirawat rumah sakit dan bisa menyebabkan suatu gelombang kenaikan kebutuhan alat kesehatan maupun obat-obatan di negara-negara yang dengan winter yang berat atau yang lama," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) dilansir dari detikHealth.

Secara umum, gejala yang ditimbulkan serupa dengan influenza A lainnya, seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Namun, jika ditinjau lebih jauh, varian flu A H3N2 ini tidak dapat dikenali hanya melalui pemeriksaan klinis.

"Artinya dokter kalau melihat saja bahkan tidak bisa membedakan ini influenza atau bukan influenza, hanya mungkin bisa menduga ini secara klinis kelihatannya mirip influenza," kata dr Nastiti.

Pada dasarnya, influenza merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah menular. Penularan dapat terjadi melalui percikan ludah saat batuk atau bersin, yang kemudian menempel pada permukaan benda seperti meja dan disentuh oleh orang lain.

"Virus yang ada di meja atau di benda-benda yang lainnya itu juga bisa terhirup atau terbawa oleh tangan, oleh sapu tangan, oleh tisu dan yang lainnya, sehingga akan menjadi rantai penyebaran virus," ungkapnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa tingkat keparahan superflu lebih tinggi dibandingkan varian influenza lainnya. Imunisasi yang tersedia juga masih dinilai mampu menurunkan risiko penularan maupun tingkat keparahan penyakit.

"Jadi belum ada bukti bahwa si subclade ini kebal atau tidak mempan, atau tetap menginfeksi pada orang-orang yang sudah diimunisasi," ungkapnya.

Artikel ini telah terbit di detikHealth dengan judul: Sudah Ada 62 Kasus di RI, Begini Cara Penularan 'Super Flu' Subclade K



Simak Video "Video 'Super Flu' Subclade K Masuk RI, Ngaruh ke Kondisi Epidemi Influenza?"

(nkm/nkm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork