Wali Kota Medan Bobby Nasution kerap memiliki hubungan panas dingin dengan partai asalnya, PDIP selama 2023. Berikut rangkuman panas dingin hubungan Bobby dengan PDIP.
Dalam catatan detikcom, terdapat beberapa perseteruan panjang antara Bobby dengan PDIP. Mulai dari Bobby vs Ketua DPRD Medan yang juga Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim hingga dengan Bendahara PDIP DPC Medan Boydo HK Panjaitan.
Bahkan, perseteruan PDIP dengan Bobby menjelang penghujung 2023 semakin memanas. Kali ini antara Bobby dengan DPP PDIP terkait dukungan capres-cawapres.
Berikut Rentetan Panas Dingin Hubungan Bobby-PDIP Selama 2023
1. Bobby Buka 'Aib' Ketua DPC PDIP Medan
Bobby Nasution sempat membuka 'aib' Ketua DPC PDIP Medan yang juga Ketua DPRD Medan, Hasyim. Bobby menuding Hasyim 'suka titip-titip'.
Tudingan itu bermula saat Hasyim mengkritik proyek yang akrab disebut 'Lampu Pocong' di Medan. Hasyim saat ini meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit proyek senilai Rp 25,7 miliar itu.
"BPK perlu turun untuk mengecek itu, mengevaluasi hasil pengerjaannya itu, apakah ada indikasi korupsi atau gimana kan," kata Hasyim kepada detikSumut, Senin (13/3/2023).
Hal itu bukan tanpa sebab, proyek tersebut dinilai gagal oleh Hasyim karena melebihi batas waktu pengerjaan. Belum lagi hasil di lapangan yang harusnya mempercantik Medan, malah justru sebaliknya.
Selang dua hari setelah Hasyim mengkritik proyek itu, Bobby mengunggah video di Instagram pribadinya, Rabu (15/3). Dalam video tersebut Bobby menuding jika Ketua DPRD 'suka titip-titip'.
Dalam video berdurasi tiga menit tersebut terlihat Bobby memimpin rapat koordinasi tersebut bersama dengan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan diduga merupakan gabungan dari beberapa rapat. Dalam video itu terdengar Bobby meminta agar Sekda memberikan sanksi kepada OPD yang tidak mencapai target, sanksi itu bisa berupa pencopotan.
Setelah itu, orang tua Ketua Nahyan tersebut menuding Ketua DPRD Medan Hasyim suka menitip dan meminta, dan tegaskan hal itu harus diperhatikan dengan serius. Namun Bobby tidak merinci secara pasti apa yang dititip tersebut.
"Kita terbuka saja di sini sama-sama semua, banyak yang dari titipan-titipan, tolong ya, Pak ya, ini dari Ketua DPR contohnya titip-titip seperti itu. Tolong, Pak itu diperhatiin betul-betul," ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima detikSumut dari salah satu orang dekat Bobby Nasution, pernyataan Bobby soal suka titip-titip itu diyakini ditujukan kepada Ketua DPRD Medan Hasyim.
Bobby menegaskan, dana yang dimiliki oleh Pemkot Medan harus langsung dirasakan oleh masyarakat. Misalnya dana kelurahan, harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Itu dana yang dirasakan langsung oleh masyarakat ditingkat pemerintah kita yang paling kecil, kita bilang di kelurahan, dananya diberikan ke sana pemanfaatannya tolong bisa dirasakan masyarakat, Pak," ucapnya.
Kemudian Bobby meminta agar dana kelurahan itu tidak dirasakan oleh orang-orang yang suka menitip. Dia pun dengan tegas agar serius mengatasi hal tersebut dan tidak terulang kembali.
Tudingan tersebut kemudian direspon oleh Hasyim dengan santai. Menurut dia, titipan yang disebut oleh Bobby itu berupa titipan aspirasi. Sehingga dia merasa yang titipan yang dimaksud oleh Bobby tersebut adalah titipan pokir lembaga DPRD.
"Kita ambil sisi positif nya lah, kita ambil sisi positif nya jangan berpikiran yang lain-lain, ya titipan itu kan berupa titipan pesan, titipan berupa aspirasi, maksud Pak Wali seperti itu berupa Pokir," kata Hasyim saat dijumpai usai Musrembang RKPD Kota Medan Tahun 2024, Kamis (16/3).
Sehingga dalam rapat koordinasi tersebut, Hasyim menilai Bobby meminta agar para jajaran Pemkot Medan lebih serius untuk menindaklanjuti pokir itu. Sebab menurut pokir itu merupakan aspirasi yang anggota DPRD Medan serap dari masyarakat.
Setelah saling serang, Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon pun mempertemukan Hasyim dan Bobby yang saat itu sama-sama kader PDIP. Pertemuan itu dari diketahui berlangsung di sebuah kafe pada Jumat (17/3).
Dalam foto itu, Bobby dan Hasyim salam komando bersama Ketua Rapidin Simbolon. Rapidin menyebut pertemuan itu untuk menyamakan persepsi antara Bobby dan Hasyim.
"Iya, benar untuk lebih menyamakan persepsi, pandangan dan tujuan bersama, untuk Kota Medan yang lebih baik dan lebih maju," sebut Rapidin ketika dikonfirmasi.
Rapidin kemudian menyebut Bobby dan Hasyim merupakan pemimpin Kota Medan yang juga kader-kader terbaik PDIP.
"Mereka berdua (Pak Hasyim dan Pak Bobby) adalah pemimpin di Kota Medan, Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Medan, juga kader-kader terbaik PDI Perjuangan," jelasnya.
Setelah pertemuan itu, Bobby dan Hasyim mulai terlihat bareng di beberapa kegiatan. Padahal setelah saling serang, keduanya jarang terlihat bersama seperti sebelum-sebelumnya.
Belakangan proyek yang dikritik oleh Hasyim tersebut diumumkan oleh Bobby sebagai proyek gagal. Dia meminta pihak pemenang tender untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan.
Bobby Dikritik Panda Nababan hingga Bendahara PDIP Medan. Baca Halaman Berikutnya...
Simak Video " Video: Jadi Sarang Narkoba, Markas GRIB Jaya Sumut Dirobohkan"
(mjy/mjy)