Perlintasan Kereta Api Tak Resmi di Medan Labuhan Ditutup

Perlintasan Kereta Api Tak Resmi di Medan Labuhan Ditutup

Datuk Haris Molana - detikSumut
Kamis, 06 Okt 2022 01:40 WIB
Penutupan perlintasan kereta api tak resmi di Medan
Foto: Penutupan perlintasan kereta api tak resmi di Medan (Istimewa)
Medan -

Direktorat Keselamatan Perkeretaapian DJKA Kementerian Perhubungan RI menutup perlintasan sebidang di Kota Medan, Sumatera Utara. Penutupan itu dilakukan karena perlintasan tersebut tidak resmi dan berpotensi terjadinya kecelakaan.

Penutupan perlintasan sebidang dan sosialisasi keselamatan perkeretaapian di perlintasan tidak resmi dilakukan di KM 17+2/3, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Medan pada hari Rabu (5/10/2022). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Aksi Gernas
(Gerakan Nasional) Keselamatan di Bidang Perkeretaapian tahun 2022.

Awalnya Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Edi Nur Salam memberikan kata sambutan. Lalu, dia bersama Kepala BTP Sumbagut, Sekda Kota Medan, Camat Medan Labuhan, dan VP PT KAI Divre 1 Sumatera Utara melakukan pemasangan patok perlintasan secara simbolisasi.


Direktur Keselamatan Perkeretaapian, Edi Nur Salam mengatakan perlintasan sebidang adalah perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan. Sesuai amanat Peraturan Menteri Perhubungan No. 94 tahun 2018 pasal 2 yang mengatur pengelolaan perlintasan sebidang bahwa perlintasan sebidang yang tidak memiliki nomor JPL (Jalur Perlintasan Langsung), tidak dijaga dan atau tidak berpintu yang lebarnya kurang dari 2 meter harus ditutup atau dilakukan normalisasi jalur kereta api oleh penyelenggara prasarana perkeretaapian.

"Melihat titik lokasi perlintasan di Jalan Kampung Nelayan yang lebar jalannya kurang dari atau sama dengan 2 meter dan kondisi jalannya melintang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas maka dilakukan penutupan di perlintasan tersebut dengan pengalihan arus lalu lintas ke perlintasan lain yang sudah ada dan lebih lebar sekitar 15 meter dari titik lokasi penutupan," ujar Edi.

Edi menyampaikan Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bersama PT KAI tahun 2022 ini mencanangkan penutupan 457 perlintasan di wilayah Jawa dan Sumatera. Hingga saat ini realisasinya sudah mencapai 190 perlintasan yang ditutup.

Dan per-September 2022 telah ditutup 208 perlintasan dari total 344 perlintasan yang ada di Sumatera Utara.

"Dengan adanya penutupan perlintasan sebidang ini diharapkan dapat menekan angka kecelakan kereta api dengan meminimalisir tingkat risiko kecelakaan karena menurunnya jumlah perlintasan sebidang," sebut Edi.

Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapin Wilayah Sumatera Bagian Utara juga merencanakan pembangunan lima pos jaga perlintasan dan lima palang pintu di wilayah Sumatera Utara sebagai bagian dari program peningkatan keselamatan perkeretaapian tahun anggaran 2022.

Hal ini juga untuk mendukung proyek strategis Nasional tahun 2020 - 2024 di mana rencana pengembangan jaringan dan layanan kereta api regional jalur Sumatera Utara akan dilakukan pembangunan jalur dan mengaktifkan akses ke bandara, pelabuhan dan kawasan industri, salah satunya adalah akses transportasi yang terintegrasi ke Pelabuhan Belawan.



Simak Video "Sakit Hati Dibilang Pengangguran, Pria di Medan Tusuk Keponakan"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/afb)