Usai Gempa, Listrik di 8 Kecamatan di Taput Masih Padam

Usai Gempa, Listrik di 8 Kecamatan di Taput Masih Padam

Kartika Sari, Farid Achyadi - detikSumut
Sabtu, 01 Okt 2022 14:49 WIB
Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat gempa di Tapanuli Utara.
Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat gempa di Tapanuli Utara. (Foto: Dok. PLN)
Tapanuli Utara -

Listrik di delapan kecamatan di Tapanuli Utara (Taput) masih padam usai gempa berkekuatan M 6,0 mengguncang daerah itu, dini hari tadi. Sampai saat ini, petugas PLN masih berjibaku memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat gempa.

"Berdasarkan laporan tim lapangan, terdapat beberapa tiang listrik tegangan menengah yang tumbang dan miring serta trafo distribusi berubah posisi akibat kuatnya gempa," kata Manager PLN UP3 Sibolga, Darwin Simanjuntak, Sabtu (1/10/2022).

Dia mengungkapkan, akibat gempa itu, lebih dari 82 ribu rumah warga yang tersebar di delapan kecamatan di sana dilanda mati listrik. Pihaknya pun kini masih berupaya agar kelistrikan di sana kembali normal.


Adapun delalapan kecamatan yang mati lampu itu yakni Kecamatan Tarutung, Silalas Barita, Sipoholon, Siborong-borong, Pagaran, Sipahutar, Pangaribuan, dan Kecamatan Garoga. Tiang dan gardu listrik di sana banyak yang rusak akibat gempa.

"Saat ini kami berupaya melakukan pemulihan agar listrik dapat pulih sepenuhnya," ungkapnya.

Dia menjelaskan, upaya perbaikan yang dilakukan sejak dini hari tadi hingga siang ini, listrik di beberapa wilayah di sana sudah kembali menyala. Dalam waktu 4 jam, PLN telah berhasil mengatasi sebagian daerah terdampak padam di antaranya adalah 3 dari 6 penyulang sudah normal kembali, 170 gardu distribusi sudah menyala kembali dari total 536 gardu distribusi yang terdampak.

"Tim terus bekerja mempercepat pemulihan kondisi kelistrikan di lokasi terdampak gempa ini, tentunya dengan mengutamakan keamanan," jelasnya.

Humas PLN Sumut Yasir Lukman mengungkapkan, sekitar 42 persen kerusakan di sana sudah berhasil dipulihkan.

"Yang menyala saat ini sudah 42 persen," katanya.

Dia mengungkapkan, akibat gempa dini hari itu membuat beberapa infrastruktur kelistrikan di Taput mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga membuat listrik di beberapa kecamatan sampai sekarang belum juga kembali normal.

"Sampai sekarang petugas kita ada 40 orang sedang bekerja di sana," pungkasnya.



Simak Video "Minta Uang Lapak Rp 1 Juta, Pemeras di Pasar Petisah Medan Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)