Cerita Warga Saat Gempa Taput: Listrik Padam, Kepanikan Mencekam di Kegelapan

Cerita Warga Saat Gempa Taput: Listrik Padam, Kepanikan Mencekam di Kegelapan

Farid Achyadi Siregar - detikSumut
Sabtu, 01 Okt 2022 14:02 WIB
Kerusakan akibat gempa Tapanuli Utara.
Kerusakan akibat gempa Tapanuli Utara. (Foto: Dok. BPBD Tapanuli Utara)
Tapanuli Utara -

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,0 mengguncang Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara dini hari tadi. Saat gempa itu mengguncang, sebagian besar warga di sana tengah tidur pulas.

Gempa pertama terjadi pada pukul 02.28 WIB dini hari. Kepanikan terjadi di mana-mana. Warga yang terbangun dari tidurnya lantas panik, ditambah listrik yang seketika ikut padam.

"Saat itu yang membuat kami takut, listrik padam. Jadi semuanya kondisinya gelap. Begitu kami terasa gempa, listrik langsung padam," kata salah seorang warga, Martua, Sabtu (1/10/2022).


Saat itu, kata dia, kepanikan terjadi di masyarakat. Dia dan keluarganya berhamburan ke luar rumah. Semua tetangganya juga begitu.

Beberapa menit gempa pertama mereda, warga mulai mencari alternatif penerangan. Suasana di jalanan gelap gulita.

Suasana di sana makin mencekam karena baru saja hujan. Langit begitu gelap karena mendung.

Tiba-tiba, gempa susulan datang. Kali ini, lebih kuat dari gempa pertama. Beberapa orang berteriak karena banyak rumah yang rusak.

"Mulai dari Gempa pertama yang kami rasakan, ada sekitar 10 kali gempa susulan yang kami rasa seterusnya, dengan kekuatan yang berbeda berbeda, itu juga yang membuat kami semakin takut,"tuturnya.

Rumah Martua juga ikut rusak. Dinding rumahnya retak sementara sebagian atapnya juga roboh.

Gempa bumi yang dirasakan kali ini, kata dia, berbeda dengan gempa sebelum-sebelumnya. Jika sebelumnya gempa menguncang ke samping, kali ini mereka merasa diguncang dari atas ke bawah.

"Gempa terasa itu dia bukan goyang ke samping kanan atau kiri, dia vertikal yang kami rasakan gempanya. Artinya kami merasakan gempa itu dari bawah ke atas gitu rasanya," ungkapnya.

Sejauh ini, data sementara yang berhasil dihimpun petugas di lapangan, sebanyak 25 orang dilaporkan terluka, sementara satu lainnya meninggal dunia. Seluruh korban kini dibawa ke rumah sakit.

Petugas gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas masih berjibaku melakukan evakuasi, membantu warga yang rumahnya rusak serta menyalurkan logistik. Posko-posko darurat sudah dibangun untuk menampung pasien terluka dan juga para pengungsi.

Belum ada keterangan resmi dari otoritas terkait soal jumlah warga yang mengungsi. Ratusan personel kepolisian dari satuan Brimob juga sudah dikerahkan Polda Sumut untuk membantu penanganan pascabencana di sana.

BMKG mencatat, gempa ini berpusat di darat dan tak berpotensi tsunami. Namun akibat gempa, banyak rumah warga rusak, fasilitas umum dan tempat ibadah juga banyak yang rusak.



Simak Video "Melihat Lagi Kerusakan Akibat Gempa M 7,7 di Meksiko"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)