Gubernur Sumbar Terima Penghargaan Opini WTP 10 Kali Berturut-turut

Gubernur Sumbar Terima Penghargaan Opini WTP 10 Kali Berturut-turut

Inkana Izatifiqa R Putri - detikSumut
Kamis, 22 Sep 2022 22:52 WIB
Pemprov Sumbar`
Foto: Dok. Pemprov Sumbar
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi menerima penghargaan atas capaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-10 kali berturut-turut. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani pada acara puncak Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022, di Ballroom Dhanapala Kementerian Keuangan RI.

Atas capaian ini, Mahyeldi mengapresiasi seluruh Kepala OPD beserta jajarannya. Sebab, berkat kerja keras seluruh pihak, Pemprov Sumbar berhasil mempertahankan opini WTP sebanyak 10 kali berturut-turut sejak tahun 2012-2021.

"Alhamdulillah, prestasi ini tentu patut kita syukuri. Ke depan prestasi ini harus kita pertahankan dan tingkatkan lagi dengan terus meningkatkan kinerja dalam akuntansi dan pelaporan keuangan daerah," ungkap Mahyeldi dalam keterangan tertulis, Kamis (22/9/2022).


Lebih lanjut, Mahyeldi menjelaskan selama ini pihaknya telah melakukan beberapa upaya dalam mempertahankan opini WTP. Hal ini termasuk melaksanakan ketentuan/peraturan di bidang pengelolaan keuangan daerah, serta melaksanakan tindak lanjut atas temuan hasil pemeriksaan BPK RI tahun berjalan dan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengapresiasi pemda dan kementerian dan lembaga yang mendapat opini WTP dari BPK di tengah berbagai tantangan, situasi pandemi dan gangguan eksternal dari global.

"Kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang mendapatkan opini WTP semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pemerintah daerah pada tahun sebelumnya hanya 89.7 persen, meningkat menjadi 92,25 persen. Dengan kata lain 500 pemerintah daerah mendapatkan opini WTP, dan untuk yang pusat 83 dari 87 LKKL mendapatkan opini WTP. Hal ini merupakan pencapaian yang luar biasa," ungkapnya.

Sri Mulyani menyebut adanya akuntabilitas yang baik dan kerja sama antara instansi pemerintah menggambarkan Indonesia mampu menghadapi ancaman meresponnya secara bertanggung jawab, meskipun dengan tugas, tanggung jawab, dan peran yang berbeda. Bahkan, lanjut Sri Mulyani, jika dilihat berdasarkan output dan outcome, terdapat tiga prestasi yang diperoleh Indonesia.

"Pertama, negara yang dianggap relatif sangat baik dalam penanganan covid. Kedua, Indonesia termasuk dari sedikit negara yang pada tahun 2021 keadaan ekonominya membaik. Ketiga yakni penggunaan instrumen yang relatif prudent ditunjukkan dengan tambahan utang negara yang relatif sangat modes dibandingkan negara lain," katanya.

Ia pun menambahkan saat ini banyak negara lain yang defisitnya 10-15 persen dengan ekonomi yang belum pulih. Sementara itu, defisit Indonesia tahun 2020 di 6 persen, kemudian di tahun 2021 turun menjadi 4,7 persen.

"Ini artinya kita menggunakan instrumen keuangan negara dan keuangan daerah secara hati-hati, proper, dan bertanggung jawab. Akhirnya terlihat di dalam prestasi hari ini yang telah diperiksa oleh BPK, banyak sekali kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang mendapatkan opini WTP dalam suasana tantangan yang luar biasa," pungkasnya

Sebagai informasi, penghargaan Opini WTP minimal 10 kali berturut turut ini diraih oleh beberapa pemerintah daerah. Selain Sumbar, daerah lain yang menerima penghargaan serupa adalah Provinsi Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau dan Nusa Tenggara Barat.

(akn/ega)