Driver Ojol Keluhkan Potongan Aplikasi meski Tarif Naik

Driver Ojol Keluhkan Potongan Aplikasi meski Tarif Naik

Nizar Aldi - detikSumut
Senin, 12 Sep 2022 07:00 WIB
Driver ojol di Bogor (M Sholihin/detikcom)
Ilustrasi Foto: Driver ojol di Bogor (M Sholihin/detikcom)
Medan -

Driver Ojek Online (Ojol) mengeluhkan potongan biaya aplikasi meski tarif telah mengalami kenaikan. Menurut mitra Ojol, tarif yang maksimal 15% masih terlalu tinggi. Sehingga kenaikan tarif hanya menguntungkan pihak aplikasi.

Salah satu mitra Ojol di Medan, Agam Zubir mengatakan kenaikan tarif Ojol tidak berdampak signifikan untuk menambah pendapatan mereka. Pasalnya kenaikan tarif Ojol saat Bahan Bakar Minyak (BBM) juga naik, membuat pengeluaran dan pemasukan tidak berimbang bagi mereka.

"Harga yang baru tidak mencerminkan bagi driver, karena kenaikan tarif yang diumumkan yang seharusnya menjadi solusi untuk ketersediaan uang bagi driver untuk membeli bensin dengan jumlah rute, jarak tempuh, dan trip order yang harus tiap hari diselesaikan tidak berimbang," kata Agam Zubir kepada detikSumut, Minggu (11/9/2022).


"Harga tarif yang sekarang tidak balance dengan pengeluaran driver dalan me-manage pendapatannya untuk beli bensin, ekonomi keluarga maupun perawatan kendaraan," sambungnya.

Agam mengungkapkan bahwa dengan tarif yang baru ini, mereka merasakan pendapatan semakin berkurang dibandingkan aturan lama. Pendapatan mereka saat ini tidak menutupi biaya kebutuhan mereka.

"(Pemasukan) tidak nutup (kebutuhan) dan semakin membuat teman-teman merasakan pendapatan yang lebih kecil dari sebelumnya," ungkapnya.

Agam menyebutkan seharusnya pihak aplikator juga menurunkan biaya potongan aplikasi. Biaya tersebut selama ini dibebankan kepada pelanggan dan para driver Ojol.

"Jika aplikator takut kehilangan pasar, harusnya mereka fair menurunkan biaya potongan aplikasi yang selama ini dibebankan kepada pelanggan dan driver," sebutnya.

Sehingga dia meminta aturan tersebut direvisi kembali. Dengan membuat tarif yang lebih adil bagi driver.

"Kami minta revisi untuk tarif yang lebih adil," tutupnya.

Driver Ojol lainnya, Lisbon juga menuturkan hal yang sama. Tingginya persaingan antar penarik Ojol seharusnya menjadi bahan pertimbangan pihak aplikasi. Pasalnya jumlah driver Ojol untuk wilayah Medan saat ini ribuan. Sementara jumlah penumpang dan orderan non penumpang tidak bertambah.

"Untuk orderan non penumpang misalnya, seperti makanan. Saat ini banyak pelanggan memilih membeli langsung ke restoran karena adanya tarif yang cukup mahal. Termasuk biaya jasa aplikasi. Karena itu kita berharap aplikator mempertimbangkan lagi biaya jasa yang dipotong dari pelanggan," katanya.



Simak Video "Driver Ojol Tercebur ke Selokan Gegara Ngantuk, Damkar Diterjunkan"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)