Nakes Belum Terima Insentif COVID, Dinkes: Anggarannya di P-APBD

Nizar Aldi - detikSumut
Jumat, 19 Agu 2022 20:21 WIB
RSUD Dr Pirngadi Medan (Nizar Aldi/detikSumut)
RS Pirngadi Medan (Nizar Aldi/detikSumut)
Medan -

Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dr. Pirngadi mengaku belum terima insentif COVID-19 sejak Desember 2021. Insentif tersebut diperuntukkan bagi mereka yang menjaga ruang isolasi pasien COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah mengakui pihaknya belum melakukan pembayaran untuk insentif Nakes tersebut. Namun, dia mengatakan yang terhutang hanya di bulan Desember 2021 dan sudah dimasukkan ke dalam P-APBD Pemkot Medan.

"Yang terhutang kan bulan Desember 2021, untuk Desember 2021 sudah masuk anggarannya di P-APBD," kata Taufik Ririansyah kepada detikSumut, Jumat (19/8/2022).


Terkait sudah dimasukkannya penganggaran untuk pembayaran insentif nakes COVID-19 tersebut juga sudah disampaikan oleh pihaknya ke pihak RSUD Dr. Pirngadi Medan. Untuk pembayaran insentif bulan Januari hingga Agustus, dia meminta untuk menghubungi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan.

"Sudah disampaikan kemaren melalui pejabat RSUD Dr. Pirngadi, (untuk bulan Januari-Agustus) mungkin nanti bisa dijelaskan sekretaris dinas," ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan Edi Subroto menjelaskan selama ini anggaran untuk pembayaran insentif COVID-19 diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU) dari Kementerian Kesehatan. Akan tetapi, untuk tahun ini dana tersebut tidak keluar, sehingga pihaknya mengajukan Dana Tak Terduga (DTT) dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Medan.

"Selama ini kan anggaran dari DAU itu, cuman karena tidak ada info untuk di tahun ini, kita coba ajukan dari DTT dari BPKAD dari Pemkot, kita coba ajukan melalui anggaran itu," jelas Edi.

Edi mengklaim sudah mengajukan anggaran untuk insentif COVID-19 tersebut kepada BPKAD. Sehingga pihaknya masih menunggu keputusan dari BPKAD terkait pemakaian anggaran tersebut.

"Kita mengajukannya per semester, jadi anggaran sudah kita ajukan, nanti sesuai dengan kebutuhan dan alokasi anggarannya lah yang disetujui nanti akan disesuaikan lagi," ucapnya.

"Kalau DTT kan tinggal kita ajukan saja dari BPKAD, karena dana tak terduga ini kan khusus untuk penanganan bencana kedaruratan, jadi kita ajukan melalui anggaran itu," sambungnya.

Namun dia mengakui, jika pakai skema pembiayaan dari anggaran BPKAD tersebut, besaran pembayaran insentif nakes tersebut tidak akan sesuai dengan aturan dari Kementerian Kesehatan.

"Sudah diajukan, tapi kalau pakai skema itu kan tidak sesuai dengan aturan yang di kementerian kan," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, seratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dr. Pirngadi Medan belum menerima insentif penanganan COVID-19 sejak bulan Desember tahun lalu. Uang insentif tersebut diperuntukkan kepada nakes yang bertugas di ruang isolasi COVID-19.

Salah satu Nakes Ricky (42) mengatakan uang insentif tersebut belum keluar sejak bulan Desember tahun 2021. Ada seratusan perawat atau Nakes yang belum bernasib sama dengan dia.

"Insentif nakes isolasi COVID-19 dari bulan Desember 2021 sampai sekarang belum keluar, jumlah perawatnya kurang lebih seratusanlah," kata Ricky, Jumat (19/8/2022).



Simak Video "Bendahara Kecamatan Medan Barat Ditembak OTK"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)