Cerita Edy Rahmayadi Gunakan Kekuasaan untuk Tunda Penerbangan

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikSumut
Jumat, 19 Agu 2022 13:20 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Afrah/detikcom)
Foto: Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Afrah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bercerita soal dirinya pernah meminta untuk menunda penerbangan. Edy mengatakan hal itu dia minta karena saat itu memiliki kekuasaan.

Edy menceritakan tentang permintaan menunda penerbangan itu saat mengunjungi pesantren yang berada di Desa Amplas, Deli Serdang. Edy awalnya mengatakan soal dirinya yang tidak khawatir dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran.

"Saya tak pernah khawatir pelaksanaan tilawatil quran, saya tak pernah khawatir. Karena tahu saya persis, sumatera utara itu memang tempatnya orang orang pembaca-pembaca Al-Quran, saya tak khawatir," kata Edy di lokasi pesantren, Jumat (19/8/2022).


Setelah itu, Edy kemudian bercerita soal dirinya yang menunda penerbangan yang membawa kafilah yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran di Kalimantan. Edy menunda penerbangan para kafilah yang datang dari Sumut ini di Jakarta.

"Saya pernah berpangkat letnan jenderal, yang saya mau omongi bukan letnan jenderalnya. Yang saya ingin omongin saya pakai kekuasaan saya sebagai letnan jenderal, saat itu ada yang berangkat ke Kalimantan. Berangkat dia ke Kalimantan, saya stop di Jakarta, saya yang mengkondisikan, itulah kekuasaan," ucap Edy.

"Yang harusnya berangkat langsung, saya hentikan dan tunda berangkat," sambungnya.

Setelah menunda keberangkatan para kafilah, Edy mengatakan dirinya juga menghubungi Direktur Angkasa Pura. Edy meminta ruangan di bandara kepada direktur itu.

"Saya panggil itu Direktur Angkasa Pura, saya minta tempat satu lantai untuk kafilah, qori dan qoriah Sumatera Utara," sebut Edy.

Edy mengatakan saat itu dia makan bersama dan bercerita dengan para kafilah. Dia menegaskan, saat itu dirinya belum bercita-cita sebagai gubernur.

Dalam pertemuan dengan kafilah itu, Edy mengatakan sempat bertanya kepada pimpinan rombongan siapa yang akan menjemput mereka ketika sampai di Kalimantan. Saat itu, kata Edy, pimpinan rombongan menjawab masih mencoba menghubungi pihak yang akan menjemput di Kalimantan.

"Akhirnya dandim saya telepon, danrem saya telepon, pangdam saya telepon, kalau mereka tak melayani, bisa pendek umurnya saat itu. Itu lah kekuasaan," jelasnya.



Simak Video "Gubsu Edy: Kalau Jadi Putin, Sudah 3 Tahun Lalu Saya Serang Ukraina"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)