Orang Australia Sering Sangka Indonesia Negara Islam dan Miskin

Tim detikNews - detikSumut
Rabu, 17 Agu 2022 09:05 WIB
PM Anthony Albanese Yakin AUKUS Tidak Akan Mengganggu Hubungan Australia-Indonesia
PM Anthony Albanese didampingi Presiden Jokowi. (Foto: ABC Australia)
Medan -

Ada banyak hal yang tidak diketahui oleh sebagian besar orang Australia soal Indonesia. Kebanyakan orang di sana menganggap bahwa Indonesia adalah negara Islam dan miskin.

Padahal,setidaknya sejak abad ke-18 lalu, para nelayan Makassar di pulau Sulawesi sudah melakukan perdagangan dan pertukaran budaya dengan benua Australia.

Namun, karena perbedaan budaya yang sangat kontras membuat hubungan di era modern antara Australia dan Indonesia justru sedikit terhambat. Perbedaan-perbedaan itu ditengarai menjadi salah satu penghalang.


Dilansir detikNews dari ABC, Indonesia diprediksi menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia 30 tahun dari sekarang. Para ahli sudah memperingatkan Australia bisa kehilangan peluang besar jika gagal memahami Indonesia dengan lebih baik.

Dalam memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia , ABC bertanya kepada orang Indonesia di Australia soal apa yang perlu diketahui orang Australia soal negaranya. Ternyata banyak orang Australia yang salah sangka soal Indonesia.

Indonesia Disangka Negara Islam

Rangga Daranindra, yang datang ke Darwin 11 tahun lalu sebagai mahasiswa, mengatakan kesalahpahaman yang dimiliki orang Australia tentang Indonesia biasanya bukan dipicu kebencian.

"Mereka sama sekali tidak mengenal kami dengan baik," katanya kepada ABC, dilansir dari detikNews, Rabu (17/8/2022).

Ia mengatakan seringkali orang Australia menyangka Indonesia adalah negara Islam. Biasanya orang membandingkan Indonesia dengan negara-negara seperti Iran atau Arab Saudi.

Selain itu, ada juga orang Australia yang mengira Indonesia diperintah oleh seorang diktator.

"Ya, memang benar bahwa mayoritas orang Indonesia adalah Muslim, seperti saya. [Tapi] Indonesia secara konstitusional bukan negara Muslim."

Aceh adalah satu-satunya provinsi yang menganut hukum Syariah atau hukum berdasarkan aturan Islam.

Bahkan di sana, ada yang berpendapat Aceh tidak menerapkan ajaran Islam yang sebenarnya dan malah bertentangan dalam praktiknya.

Rangga, yang berasal dari Yogyakarta, menyarankan orang Australia untuk lebih banyak berteman dengan orang Indonesia.

"Biasanya mereka [orang Australia] tidak memiliki cukup banyak teman Indonesia untuk bisa bertukar pikiran atau pendapat. Mereka hanya mendapatkan cerita dari berita atau dari media," katanya.

Dianggap Negara miskin

Kathy Kimpton, yang pindah ke Australia pada tahun 1998, mengatakan beberapa orang yang ditemuinya menganggap Indonesia adalah negara yang miskin, tidak berpendidikan dan terbelakang. Hal ini tentu membuatnya tidak nyaman.

"Saya sangat berharap untuk mengubah persepsi negatif ini," kata Kathy.

"Saya berharap semua orang Indonesia yang tinggal di Australia bisa mengubahnya dengan menjadi duta Indonesia."

"Indonesia bukan negara miskin, warganya juga bukan tidak berpendidikan."

Kathy, yang bekerja di sekolah swasta, mengatakan banyak orang Indonesia yang selintas terlihat pemalu atau mudah tersenyum.

Tapi ini menunjukkan jika kebanyakan orang Indonesia rendah hati dan bersikap sopan, bukan karena mereka tidak mengerti apa-apa.

Lingga Lana Gunawan, seorang guru sekolah dasar, mengatakan banyak muridnya yang sering bertanya apakah dia dulu tinggal di hutan atau di atas pohon.

"Saya tahu ini mungkin pertanyaan polos dari seorang anak, tapi saya juga heran, dari mana anak-anak ini mendapatkan informasi seperti ini tentang Indonesia?" kata Lingga.

Dia mengatakan kesalahpahaman semacam ini menunjukkan tidak ada cukup berita tentang Indonesia di media Australia.

Masih banyak lagi kesalahpahaman orang Australia terhadap Indonesia. Simak di halaman selanjutnya.



Simak Video "Rezeki Nomplok Bagi Perajin Bendera Merah Putih Jelang HUT RI"
[Gambas:Video 20detik]