Ada 315 Titik Karhutla di Sumut, 11 Orang Ditangkap

Goklas Wisely - detikSumut
Jumat, 12 Agu 2022 15:46 WIB
Suasana kebakaran lahan di Bukit Parombahan, Desa Aek Sipitudai, Sianjur Mulamula, Samosir, Sumatera Utara, Minggu (7/8/2022) malam. Kepala Daops Manggala Agni Sumatera Utara (MAS) II Anggiat Sinaga  menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghanguskan sekitar 49 hektare lahan di empat desa meliputi Sipitu Dai, Janji Martahan, Simulop, dan Sabulan di daerah itu, sementara hingga Senin (8/8) siang petugas masih mengupayakan pemadaman. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/WS/aww.
Suasana kebakaran lahan di Bukit Parombahan, Desa Aek Sipitudai, Sianjur Mulamula, Samosir. (Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
Medan -

Polda Sumut membeberkan setidaknya ada 315 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumut. Sebanyak 11 orang juga telah ditangkap dan ditetapkan tersangka karena diduga sengaja membakar hutan.

"Wilayah yang terjadi kebakaran hutan ada di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah Samosir, Toba, dan lainnya. Sejauh ini ada sembilan kasus yang dilakukan dengan sengaja," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Simanjuntak dalam Apel Gabungan Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumut, di Lanud Soewondo Medan, Jumat (12/8/2022).

Dia menyebutkan, beberapa kasus kebakaran hutan yang terjadi berawal dari kebiasaan masyarakat membersihkan lahan dengan cara membakar. Hal ini kadang membuat api menyambar dan merembet ke hutan.


Demikian, dia menegaskan bahwa membersihkan lahan dengan cara melakukan pembakaran bukanlah langkah yang baik. Sehingga masyarakat sangat perlu diedukasi agar memiliki kesadaran.

Dia pun menegaskan untuk sebelas tersangka itu tidak ditahan, karena pelaku sudah lansia dan ada yang masih anak-anak seperti yang didapati di balik kebakaran di perbukitan Samosir.

"Untuk di Samosir kita belum ada dapati adanya keterlibatan dari korporasi. Tapi akan terus dalami," sebutnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengungkapkan, pada paruh pertama tahun ini, jumlah titik panas di Sumut juga meningkat.

Edy mengatakan ada 206 hotspot dan 156 kejadian Karhutla di Sumut pada semester pertama tahun 2022. Angka itu lebih tinggi bila dibandingkan semester pertama tahun 2021.

"Terjadi peningkatan 31 titik," ungkap Edy.

Ada pun wilayah dengan hotspot terbanyak pada periode Januari sampai Juli 2022 antara lain Tapanuli Utara 37 titik, Tapanuli tengah 23 titik, Labuhan Batu, 20 titik, Toba 18 titik, dan Tapanuli Selatan 5 titik.

Selain itu, Edy menyebutkan peningkatan hotspot cukup tinggi terjadi pula dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, dimana 212 titik api yang tersebar di Sumut periode 1-9 Agustus 2022.

Di samping itu, Edy menjelaskan beberapa wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan. Semisal beberapa wilayah dengan lahan gambut di Labuhan Batu, Padang lawas, Madina, Padang Lawas Utara, Dairi dan Asahan.



Simak Video "Kebakaran Hutan di California Meluas, 3 Ribu Warga Dievakuasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpw/dpw)