Perputaran Uang di Kota Padang saat Rakernas Apeksi Capai Rp 41,6 M

Yudistira Perdana Imandiar - detikSumut
Rabu, 10 Agu 2022 15:16 WIB
Pemprov Sumbar
Foto: Dok. Pemprov Sumbar
Jakarta -

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) resmi ditutup oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Selasa (9/8). Acara tersebut ikut berkontribusi menggerakkan perekonomian Sumbar, khususnya di Kota Padang.

Dalam pidatonya Tito mengapresiasi para wali kota yang telah berjibaku menjalankan pemerintahan di daerahnya masing-masing di tengah berbagai pembatasan akibat pandemi COVID-19.

"Pandemi telah mengajarkan sisi kepemimpinan yang baik. Bagaimana me-manage di tengah segala keterbatasan. Semua kepala daerah mengalaminya. Karena itu saya sangat apresiasi kepala daerah yang telah sukses melewati masa krisis," kata Tito dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (10/8/2022).


Untuk lebih memperkuat ekonomi daerah, Tito mengajak para kepala daerah memberikan perhatian penuh pada sektor perekonomian melalui aktivasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan Daerah masing-masing.

"Tolong tugaskan pada TPID dan satgas pangan, monitor setiap hari harga pangan. Sebab pangan ini faktor utama inflasi. Diprediksi beberapa tahun ke depan akan terjadi gejolak ekonomi yang lebih besar, dikenal dengan istilah 'deep darkness.' Jadi tolong ini jadi perhatian serius. Jika ada persoalan pangan di daerahnya, itu berarti kepala daerahnya tidak bekerja," jelas Tito.

Selain itu, ia juga mengimbau kepala daerah untuk dapat memanfaatkan kewenangannya dalam upaya memaksimalkan potensi daerah agar daerah mandiri secara fiskal.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam sambutannya juga mengapresiasi capaian positif adanya Rakernas Apeksi di Padang. Menurutnya, semangat kebangkitan daerah pascapandemi perlu terus dirawat melalui berbagai kegiatan dan inovasi.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyambut baik capaian-capaian maupun rekomendasi yang dihasilkan Rakernas. Ini menjadi bukti bahwa Apeksi membantu daerah supaya ekonominya bergerak, seperti di Kota Padang hari ini," tutur Mahyeldi.

Sebelumnya, Ketua Apeksi yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut Rakernas telah menghimpun beberapa rekomendasi yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kemendagri selaku pembina pemerintah daerah.

Beberapa poin yang menjadi catatan Apeksi, ulas Bima, antara lain agar berbagai upaya perubahan melalui berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah pusat tetap sejalan dengan semangat otonomi daerah.

"Harus ada komitmen yang sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat," jelas Bima.

Perhelatan akbar para wali kota se-Indonesia yang berlangsung hingga 10 Agustus tersebut disebut Wali Kota Padang Hendri Septa, ikut berkontribusi membangkitkan perekonomian masyarakat Kota Padang. Sedikitnya menurut Hendri terjadi perputaran uang hingga Rp 41,6 miliar.

(akn/ega)