PMI Ilegal asal Palembang yang Disekap di Kamboja Dikabarkan Sehat

Prima Syahbana - detikSumut
Rabu, 10 Agu 2022 03:39 WIB
Pihak BP3MI Sumsel saat memberi kabar ke keluarga bahwa Kurnia Sari sudah pulang ke Indonesia dengan kondisi sehat. Foto. Prima Syahbana/detikSumut
Foto: Pihak BP3MI Sumsel saat memberi kabar ke keluarga bahwa Kurnia Sari sudah pulang ke Indonesia dengan kondisi sehat. Foto. Prima Syahbana/detikSumut
Palembang -

Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang sempat disekap di Kamboja telah di pulangkan ke Indonesia. Salah satu yang menjadi korban dan selamat yakni, Kurnia Sari (45), asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kabar jika Kurnia dinyatakan selamat dan dalam kondisi sehat itu, diperoleh ketika pihak Kantor Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) mendatangi kediaman Kurnia di kawasannya Alang-Alang Lebar, Palembang, Selasa (9/8) siang.

"Kurnia Sari dalam keadaan aman dan kondisi sehat. Terhadapnya saat ini masih perlu ada beberapa pemeriksaan dan BAP ke polisi," ujar Kepala BP3MI Sumsel, Sri Haryanti saat bertandang di kediaman orangtua Kurnia.


Menurut Sri, Kurnia saat ini sudah berada di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Jakarta dan sedang menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan itu dilakukan sebagai upaya penyidikan lebih lanjut terkait apa yang telah Kurnia dan beberapa PMI lain asal Indonesia yang diperkerjakan secara tidak manusiawi oleh perusahaan di Kamboja.

"Ada yang dipekerjakan untuk perjudian online, investasi bodong dan bisnis-bisnis lain yang intinya untuk menipu orang. Mereka ini dijadikan operator scamming (penipuan)," kata Sri memberi penjelasan.

Hingga kini, lanjutnya, KBRI sudah berhasil menyelamatkan sebanyak 171 pekerja asal Indonesia yang disekap perusahaan tempatnya bekerja di Kamboja. Ada sekitar 40 orang termasuk Kurnia sudah dipulangkan ke Indonesia.

"Dengan adanya kejadian viral di Kamboja, KBRI lalu menelusuri berita-berita itu hingga akhirnya bisa menyelamatkan sampai tanggal 8 Agustus 2022 kemarin sebanyak 171 warga Indonesia," katanya.

"Dan sudah dipulangkan 40 orang. Mereka terbagi 3 kloter pulang tanggal 5,6,8 (Agustus). Kurnia sendiri masuk kloter pertama, jadi dia sudah dipulangkan tanggal 5 (Agustus) kemarin," jelas Sri.

Sebelumnya, BP2MI menyebut Warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disekap di Kamboja bakal dipulangkan ke Indonesia. Sebanyak 16 dari 62 orang akan dipulangkan ke RI ,pada Jumat (5/8).

"Iya, Kamboja besok (5/8) ya. Dari 60 kurang lebih yang alami penyekapan di Kamboja, besok 16 infonya besok satu pesawat dengan Ibu Menlu Retno Marsudi," ujar Kepala BP2MI Benny Rhamdani kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

Benny mengatakan WNI yang sempat mengalami penyekapan di Kamboja merupakan korban dari sindikat penempatan TKI ilegal melalui media sosial. Dia mengatakan para korban dijanjikan pekerjaan dan berangkat secara tidak resmi.

Mereka kemudian diduga diminta melakukan pekerjaan untuk menipu orang Indonesia lainnya. Namun, katanya, para WNI itu diduga menolak sehingga disekap.

"Tentu mereka nggak mau. Nah, karena mereka nggak mau akhirnya mereka disekap dianggap tidak bekerja sesuai harapan. Karena peran BP2MI yang berani, melalui media sosial kita viralkan dan kita mampu lah melakukan evakuasi dan besok kepulangan pertama dari 60," ujarnya.

Diketahui , Kepolisian Kamboja bersama KBRI Phnom Penh kembali menyelamatkan 62 orang WNI yang disekap. Penyelamatan dilakukan bertahap, awalnya 55 orang dan tahap berikutnya tujuh orang.

Dilihat dari situs resmi Kemlu, tujuh WNI yang disekap perusahaan online scammer di Sihanoukville, Kamboja, berhasil diselamatkan pada Minggu (31/7) waktu setempat.

"Keberhasilan ini menambah jumlah WNI yang dapat diselamatkan menjadi total 62 orang. Tambahan jumlah WNI tersebut berdasarkan pendalaman lebih lanjut dari pihak Kepolisian Kamboja," tulis keterangan dalam website Kemlu.

Ke-62 orang WNI tersebut dipindahkan KBRI Phnom Penh dari Sihanoukville menuju Phnom Penh pada 31 Juli 2022 malam waktu setempat. KBRI Phnom Penh pun menyiapkan akomodasi selama mereka berada di Phnom Penh dan melakukan screening data.



Simak Video "Detik-detik Mobil Ma'ruf Amin Dihadang Massa Tolak Kenaikan BBM di Pelembang"
[Gambas:Video 20detik]
(bpa/bpa)