Riau

BKKBN Dukung PTPN V Atasi Stunting di Riau

Raja Adil Siregar - detikSumut
Selasa, 26 Jul 2022 20:30 WIB
BKKBN mendukung PTPN V atasi stunting di Riau.
BKKBN mendukung PTPN V atasi stunting di Riau. (Foto: Istimewa)
Pekanbaru -

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mendukung komitmen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dalam mencegah dan menangani stunting.

Hasto mengatakan PTPN V memiliki sekitar 10 ribu dan 7 ribu istri karyawan. Jumlah itu tersebar di seluruh daerah terpencil di Riau dengan total 2.500 balita.

Meskipun ada ribuan balita, beruntung tak ada satupun kasus stunting. Hal ini dinilai menjadi bukti komitmen perusahaan pelat merah yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning tersebut.


"PTPN V telah memberi contoh, di seluruh wilayah kawasan stunting nol. Saya belum pernah ke perusahaan yang berani 'declare' stunting nol. Namun, (komitmen) PTPN V nyata betul, stuntingnya nol," terang Hasto dalam keterangan tertulis diterima, Selasa (26/7/2022).

Pada kegiatan Penguatan Tim pendamping Keluarga (TPK) Percepatan Penurunan Stunting di Pekanbaru, Hasto menilai PTPN V memang fokus pada penanganan pencegahan stunting di lingkungan perusahaan.

Hal itu juga berkat dukungam partisipasi aktif Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) di PTPN V. Sebab IKBI juga ikut membantu pemerintah dalam mendukung program percepatan penurunan tingkat prevelensi stunting.

"Riau saat ini di bawah standar stunting nasional yakni 22,3 persen, kalau untuk Pekanbaru 11,4 persen. Saya optimis ini karena gotong royongnya hebat, seperti pihak PTPN V yang menjadi bapak asuh anak stunting yang memberikan bantuan kepada anak asuh berisiko stunting," kata Hasto.

Pengukuhan PTPN V sebagai bapak asuh anak stunting ditandai dengan penyematan selendang secara simbolis kepada Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa dan ketua Ikatan Keluarga Besar Istri PTPN V, Lina Jatmiko.

Lewat program tersebut, perusahaan pelat merah itu menyiapkan asupan makanan bergizi berupa beras, minyak makan, susu, dan sumber nutrisi lainnya. Makanan sehat diberikan kepada keluarga anak yang mengalami stunting selama enam bulan berturut-turut.

Untuk tahap awal, sebanyak 50 anak akan mendapat perhatian penuh. Tentunya langkah itu untuk menurunkan stunting di Bumi Melayu.

Sementara CEO PTPN V, Jatmiko Santosa mennilai pemenuhan hak dasar mulai dari pendapatan, tempat tinggal dan layanan kesehatan adalah komitmen korporasinya sejak puluhan tahun lalu. Tentunya berkat konsistensi IKBI meningkatkan progran perencanaan keluarga.

"Saat ini dari 2.491 balita di lingkungan perusahaan, kita bersyukur PTPN V zero stunting. Harapan kami ini juga dapat mengambil bagian lebih besar lagi dalam upaya-upaya pencegahan stunting di Riau," katanya.

Jatmiko mencatat sebanyak 300 TPK yang bertugas mendampingi dan mengedukasi masyarakat dilingkungan masing-masing, mendapatkan pembekalan langsung dari Kepala BKKBN.

"Terimakasih kepada BKKBN dan Pemprov Riau dan Kota. Mudah-mudahan tim TPK yang hadir ikuti seminar ini dapat menjadi garda terdepan mewujudkan Indonesia bebas stunting di lingkungan masing-masing," katanya.

Hingga saat ini, perusahaan sendiri telah memiliki 733 kader Posyandu yang aktif melakukan pelayanan Keluarga Berencana baik bagi ibu hamil, bayi dan balita. 733 kader itu tersebar di 135 Posyandu yang ada di lingkungan perusahaan.



Simak Video "Pemerintah Alokasikan Anggaran Penurunan Stunting 2022 Rp 25 T"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/dpw)