Sumatera Barat

Gerakan 1.000 Startup Digital di Sumbar Diharap Tingkatkan Skala Usaha

Erika Dyah - detikSumut
Minggu, 19 Jun 2022 14:48 WIB
Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy
Foto: Pemprov Sumbar-Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy
Jakarta -

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy menghadiri focus group discussion yang dihadirkan Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) dalam rangka Gerakan 1.000 startup digital di Sumbar. Audy menilai gerakan ini dapat membantu potensi entrepreneurship pemuda-pemudi Sumbar untuk meningkatkan skala usaha yang digeluti.

Untuk itu, ia menyambut baik kolaborasi yang dihadirkan gerakan 1.000 startup digital dalam rangka pemetaan isu dan potensi daerah dalam pengembangan usaha rintisan berbasis teknologi digital ini. Diketahui, kegiatan yang berlangsung Sabtu (18/6) ini turut mengundang puluhan entrepreneur muda Sumatera Barat untuk hadir di Auditorium Gubernuran, Padang.

"Pemuda-pemudi Sumbar punya potensi luar biasa, kolaborasi bersama 1.000 startup digital dengan ekosistem lokal bisa membantu kita di Sumbar untuk scale up," kata Audy dalam keterangan tertulis, Minggu (19/6/2022).


Dalam kesempatan ini, ia turut menyinggung program Entrepreneur Success Challenge (ESC) yang digagas bersama Minang Entrepreneur Connect (MEC Sumbar). Menurut Audy, ESC yang sudah memasuki batch ke-3 ini sukses menelurkan pengusaha-pengusaha muda kreatif yang mampu membantu sesama entrepreneur muda lainnya dalam merintis usaha.

Audy pun berpesan agar para perintis startup digital maupun UMKM segera mendaftarkan usahanya ke Dinas Koperasi dan UMKM. Serta mendaftarkan kepemilikan hak kekayaan intelektual produk ataupun merek yang dimiliki ke Kemenkumham agar dapat terlindungi secara hukum.

"Jangan lupa di HAKI-kan, supaya produknya secara terlindungi. Tidak sulit dan relatif murah, bisa pakai online juga," pesannya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan pihaknya mengharapkan semakin banyak startup yang mampu mendunia dari Sumatera Barat.

Menurutnya, hasil kekayaan dan budaya alam Sumbar maupun solusi-solusi sosial dari wilayah ini bisa dibangun bersama menjadi sebuah model usaha. Tentunya melalui kolaborasi dengan gerakan 1.000 startup digital.

Selain membangun startup, lanjut Bonifasius, diperlukan juga pengenalan dengan para venture capital yang akan melakukan investasi pada usaha startup di Sumbar. Oleh karena itu, melalui gerakan 1.000 startup digital ini pihaknya melakukan pemetaan potensi startup lokal untuk dikembangkan lagi ke depannya.

"Kementerian Kominfo akan menjadi fasilitator, menyiapkan sistem, tools dan mekanisme yang dapat membantu pengembangan bisnis startup. Ada juga program khusus, seperti coaching untuk menyesuaikan bisnis dengan pasar," jelasnya.



Simak Video "Hikmah di Tengah Badai PHK Startup Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)