Kisah Lafran Pane: Mendirikan HMI hingga Jadi Pahlawan Nasional

Nizar Aldi - detikSumut
Minggu, 12 Jun 2022 09:03 WIB
Pendiri HMI Lafran Pane
Foto: Edy Wahyono
Medan -

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan organisasi mahasiswa tertua dan terbesar di Indonesia. Banyak orang-orang besar di Indonesia yang pernah menempah dirinya di HMI.

Tapi tahukah kamu, pendiri HMI merupakan pemuda yang berasal dari Sumatera Utara (Sumut). Tepatnya dia berasal dari Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel), ia adalah Lafran Pane.

Dikutip dari buku Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi pada Minggu (12/6/2022), menjelaskan bagaimana kisah hidup Lafran Pane dari dia kecil di Tapsel, remaja di Medan dan di Batavia (Jakarta), hingga beranjak ke Yogyakarta. Di Yogyakarta lah, dia mendirikan HMI tersebut.


Lafran Pane merupakan anak dari Sutan Pangurabaan Pane, seorang guru di wilayah Mandailing Natal. Sutan juga merupakan salah satu pendiri Muhammadiyah di Sipirok tahun 1921. Keluarganya memiliki Pengangkutan Sibualbuali yang memiliki 250 mobil pengangkutan. Lafran lahir 5 Februari 1922, namun selama ini dia menyatakan lahir pada 12 April 1923. Tujuannya agar HMI yang dia dirikan tidak identik dengan dirinya.

Lafran memiliki saudara kandung, yang merupakan sastrawan besar negara ini. Yaitu Sanusi Pane dan Armijn Pane. Bakat sastrawan tersebut sepertinya diturunkan oleh ayahnya Sutan yang merupakan seorang wartawan, penulis dan juga tokoh Partai Indonesia (Partindo) di Sumut.

Lafran Pane semasa kecil, diasuh oleh ibu tirinya. Semasa kecil, Lafran merupakan anak yang sangat nakal. Oleh orang tuanya, Lafran diajari tentang agama oleh guru kenamaan di kampungnya, Malim Mahasan.

Dia menempuh pendidikan formal di banyak sekolah, mulai di pesantren Muhammadiyah Sipiriok, sekolah desa 3 tahun, semuanya tidak tamat. Lalu pindah ke Sibolga, masuk ke HIS Muhammadiyah. Kemudian kembali lagi ke Sipiriok, masuk Ibtidaiyah diteruskan ke Wustha. Dari Wustha pindah ke Taman Siswa Sipirok.

Dari Taman Siswa Sipirok, Lafran akhirnya dibawa oleh kakak kandungnya Dr. Tarip ke Medan. Di Medan, dia melanjutkan sekolah yang tertunda di Taman Siswa di Medan, namun tidak selesai. Lafran akhirnya melarikan diri dari rumah kakaknya tersebut dan berkelana di Medan.



Simak Video "Hati-hati! Ada Komplotan Penipu Wanita di Aplikasi Kencan, Motor Dibawa Kabur"
[Gambas:Video 20detik]