Partai Pelita Klaim Punya 33 DPD di Sumut

Nizar Aldi - detikSumut
Sabtu, 21 Mei 2022 10:08 WIB
Khairil Amri
Khairil Amri (Foto: Istimewa)
Medan -

Partai Pelita yang didirikan eks Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengklaim telah memiliki DPD (Dewan Pengurus Daerah) di 33 kabupaten/kota se Sumatera Utara.

"17 kabupaten/kota (pengurus) sudah secara definitif, selebihnya secara definitif belum, tapi mereka sudah pegang mandat," ujar Ketua DPW Partai Pelita Sumut Khairil Amri di Medan, Sabtu (21/5/2022).

Karena setiap daerah telah memiliki kepengurusan, kata dia, Partai Pelita siap mengikuti verifikasi faktual oleh KPU nantinya.


Khairil menyebut 33 pengurus di 33 kabupaten/kota se Sumut juga ikut dibawanya saat rakernas beberapa waktu lalu.

Kepengurusan Partai di tingkat Sumut, disebut Khairil telah memiliki surat keputusan dan telah dilantik saat menghadiri rakernas di Jakarta 16 Mei 2022 lalu.

"Kita sudah punya SK, kemarin kita rencanakan pelantikan tanggal 26 Mei 2022 di Sumut, namun pas Rakernas Partai Pelita tanggal 16 mei kita dilantik di Jakarta," ujarnya.


Dia menambahkan untuk posisi Sekretaris DPW yakni Muhammad Husein Siregar dan Bendahara Alfi Zahara Nasution.

Untuk diketahui, Khairi Amri merupakan ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kota Medan, dia juga Pangdiv PETA Sumut, selain itu dia juga aktif di organisasi Muhammadiyah.

Dia berharap Partai Pelita lulus verifikasi faktual untuk bisa bertarung di tahun 2024 sehingga bisa mencapai visi partai.

"Kita akan berjuang pakai jalur konstitusi masuk ke parlemen untuk mencapai visi Partai Pelita dan berharap lulus verifikasi faktual untuk bisa bertarung di tahun 2024," tutup dia.

Eks Ketua Umum PP Muhammadiyah sekaligus pendiri Partai Pelita, Din Syamsuddin, mengaku tak berniat mencalonkan diri sebagai presiden dengan membentuk partai. Alih-alih, dia menyebut dirinya lebih pantas menjadi penasehat Presiden.

"Saya niatkan untuk ikut mendirikan, menggerakan Partai Pelita ini bukan untuk target jadi presiden," kata Din Syamsuddin kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/5/2022).

"Saya kira, saya ini lebih tepat mungkin jadi penasehat siapapun Presiden-nya," sambungnya.

Ketua Majelis Pertimbangan (MPP) Partai Pelita itu memastikan Partai Pelita tak didirikan semata demi menjadi motor di tahun politik 2024. Menurutnya, Partai Pelita berorientasi menjadi wadah perjuangan bersama rakyat.

"Jadi bukan partai ini sebagai alat ya untuk tujuan-tujuan seperti itu, karena kami ingin menerapkan politik bukan untuk politik. Politik tidak sekadar untuk kekuasaan bahwa dengan perjuangan kemudian didukung oleh rakyat kita mendapat kesempatan untuk memimpin," katanya.

Selain itu, lanjutnya, Partai Pelita bakal menjadi fasilitator bagi anak muda yang ingin berkarier di kancah politik. "Anak muda ingin menjadi anggota DPR, DPRD, eksekutif, bupati, walikota, gubernur, bila perlu menteri ataupun presiden ini nanti kita dorong biarlah diisi oleh kaum muda," tambahnya.

Din menegaskan kembali dirinya tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden. Dia mengatakan pendirian Partai Pelita jauh dari tujuan pribadi untuk 'nyapres'.

"Tolong catat ungkapan saya ini, per hari ini sekarang ini dan dengan mendirikan ini tidak untuk saya pribadi menjadi calon presiden atau calon wakil presiden," ujarnya.



Simak Video "Rayuan Guyon Ketum Pelita Ajak Gatot Nurmantyo Gabung ke Partainya"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)