Penunjukan Kamsol sebagai Pj Bupati Kampar Salah Kaprah

Raja Adil Siregar - detikSumut
Senin, 16 Mei 2022 21:39 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Kamsol. Foto: Dokumen Diskominfotik Provinsi Riau
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Kamsol. Foto: Dokumen Diskominfotik Provinsi Riau
Riau -

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Kamsol digadang-gadang menjadi Pejabat (Pj) Bupati Kampar. Jika penunjukan itu benar, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dinilai mengabaikan nama yang diusulkan Gubernur, Syamsuar.

Tiga nama yang diusulkan Syamsuar yakni Karo Kesejahteraan Rakyat Zulkfifli, Kepala Dinas Pariwisata Roni Rakhmat dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Imron. Ketiga nama itu diusulkan untuk mengisi posisi yang kosong karena habis masa jabatan.

Namun sayang, kabar nama Pejabat yang ditunjuk langsung Kemendagri justru diluar rekomendasi. Di mana beredar kabar nama Pejabat Bupati Kampar adalah Kamsol.


Pengamat Sosial dan Politik Universitas Riau, Saiman Pakpahan menilai keputusan pusat salah kaprah. Mengingat dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2018 disebut Pj diusulkan gubernur.

"Informasi memang positif Kamsol. Kalau mau ditelisik dari perspektif legal ya calon diusulkan gubernur, meskipun pasal pasal berikutnya disebut jika tak diusulkan bisa ditunjuk Kemendagri," kata Saiman kepada wartawan, Senin (16/5/2022).

Terkait penunjukan pusat, hal itu merujuk pertimbangan keadaan strategis nasional. Namun yang jadi catatan, jika Pj itu dari daerah harus ada usulan dari gubernur.

"Perlu dicatat itu adalah ASN pusat, bukan ASN provinsi karena ASN Provinsi sudah diatur diusulkan gubernur. Kemudian berkembang pak gubernur lemah ketika berhadapan dengan pusat. Ini sebenarnya gubernur sudah melaksanakan sesuai aturan yang berlaku," kata Saiman.

Ia menarik pengalaman sejumlah pejabat pada kekosongan jelang Pilkada Serentak 2020 lalu. Seluruh pejabat yang ditunjuk merupakan usulan gubernur.

"Kita lihatlah 2019 lalu itu yang diusulkan tidak ada yang ditikung. Kalau udah begini, ini menunjukkan ke arah pertarungan politik 2024. Kecuali gubernur tidak ada mengusulkan, itu okelah Kemendagri memasukkan nama baru. Tetapi ini kan diusulkan, kenapa tidak satupun yang diterima pusat," kata Dosen FISIP Unri tersebut.

Saiman justru menyoroti Kamsol yang mau ditunjuk sebagai Pj Bupati Kampar. Sebab saat ini Kamsol adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang membantu kerja Gubernur Syamsuar.

"Dari sisi lain, Kamsol itu juga anak buah gubernur. Seharusnya taat dengan pak gubernur, ini juga saya lihat sudah mulai ada gerakan penolakan dari Kampar. Otonomi Daerah mengatur supaya tertib. Tetapi ini malah keluar dan mereka jalan sendiri (tanpa komando gubernur)," kata Saiman.

Sementara pengamat Hukum Tata Negara Universitas Riau, Mexsasai Indra menilai ada aspek dasar yang harus dipenuhi dalam penunjukan tersebut. Termasuk soal tak satupun ditunjuk nama yang diusulkan gubernur.

"Penunjukan nama berbeda (dari usulan). Jadi harus dilihat aspek dasarnya seperti apa, kalau boleh itu juga harus dijelaskan seperti apa bolehnya. Sekarang masuk tidak alasan penunjukan itu dalam aspek strategis nasional. Kepentingan pemerintah pusat harus dijelaskan juga seperti apa," katanya.

Dekan Fakultas Hukum tersebut menilai gubernur pasti paham betul dengan nama-nama yang diusulkan menjadi Pj Bupati Kampar. Sehingga Kemendagri seharusnya mempertimbangkan usulan gubernur Riau.

"Yang tahu usulan itu gubernur. Tentu yang diusulkan itu yang punya kemampuan atau kecuali nama-nama yang diusulkan itu bertentangan Undang-undang boleh yang lain ditunjuk. Kecuali pak gubernur tidak mengusulkan, tetapi dalam kasus inikan diusulkan," kata Mexsasai.



Simak Video "Lewat Jalan Ekstrem di Inhil Riau Ini Wajib Banyak Doa!"
[Gambas:Video 20detik]
(ras/bpa)