Bupati Bantah Banyak Warga di Langkat Murtad: Hanya Satu

Tim detikSumut - detikSumut
Senin, 16 Mei 2022 15:44 WIB
Plt Bupat Langkat Syah Afandin
Plt Bupati Langkat Syah Afandin (Foto: Istimewa)
Langkat -

Kabar banyaknya warga Langkat, Sumatera Utara yang keluar dari agama Islam membuat heboh. Pemkab Langkat sampai melakukan penelusuran, hasilnya hanya satu warga yang ditemukan murtad.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Syah Afandin menilai pernyataan MUI Sumut yang menyebut banyak warganya murtad sangat tendensius.

"Itu terlampau tendensius, duduk masalahnya ada seorang wanita muslim N berhubungan dengan pemuda J beragama Kristen. Dengan bujuk rayunya berhasil mempengaruhi wanita hingga minggat dari rumah selama enam bulan sekaligus menukar agama menjadi Kristen dan kawin di depan pendeta di Pangkalan Brandan," katanya kepada detikSumut, Senin (16/5/2022).


Bupati menyebut wanita yang berpindah agama itu merupakan warga di Kabupaten Deli Serdang. Dengan usahanya, J bisa mengganti KTP N menjadi penduduk dan menetap di Pangkalan Susu, Langkat.

"Orangtua wanita menemukan anaknya di Pangkalan Susu hidup bersama J, pria yang tadinya dinyatakan tidak tahu tentang keberadaan N. Setelah didesak dan terjadi perkelahian antar keluarga ternyata wanita itu ada di rumah dan dipaksa pulang oleh orangtuanya," bilang pria yang akrab disapa Ondim ini.

Ondim menyebut orangtua wanita itu sempat melapor ke polisi, namun laporannya tidak direspon lantaran persoalan pindah agama bukan kewenangan aparat kepolisian.

"Kesimpulannya kejadian bujuk rayu hingga terjadinya murtad dan perkawinan serta pergantian KTP si wanita menjadi beragama Kristen benar adanya. Tapi hanya satu orang, pelakunya bukan warga Langkat dan tidak massal serta teroganisir," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Dakwah MUI Sumut M Hatta mengungkapkan pihaknya mendapat kabar banyak warga langkat yang keluar dari agama Islam dari masyarakat.

Selain soal dari laporan masyarakat, MUI mengatakan ada juga upaya-upaya untuk mengajak seorang Muslim untuk murtad. Hatta mengatakan salah satunya melalui jalur pernikahan.

"Kedua modus seperti itu banyak terjadi. Secara masif terjadi. Kadang kawin secara Islam, setelah itu dipaksa masuk (agama lain)," tutur Hatta.

Hatta mengatakan, MUI Sumut pun ikut menelusuri fenomena yang terjadi di Langkat ini. Dia menyebut pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan MUI Langkat untuk membahas itu.

"Iya (melakukan pertemuan dengan MUI Langkat), kita melakukan koordinasi untuk menanggulangi persoalan tersebut," sebut Hatta.



Simak Video "Penampakan Kobaran Api yang Membakar Ruang Tipikor Polda Sumut "
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)