Berkas Lengkap, Dokter Suntik Vaksin Kosong di Medan Segera Disidang

Datuk Haris Molana - detikSumut
Rabu, 11 Mei 2022 21:39 WIB
Doctor vaccinating for a boy on blue background.
Foto: Getty Images/iStockphoto/baona
Medan -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) kasus dugaan pemberian suntik vaksinasi kosong. Kasus yang melibatkan oknum dokter berinisial TGA itu pun segera disidang.

Penyerahan tahap II tersebut diserahkan penyidik Polda Sumut dan diterima oleh JPU dari Kejati Sumut Febrina Sebayang dan Rahmi Syafrina di Ruang Tahap II Bidang Pidana Umum (Pidum) Kejari Medan, Rabu, (11/5).

Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Teuku Rahmatsyah melalui Kasi Intelijen Simon mengatakan penyerahan tahap II dari penyidik Polda Sumut sudah selesai dilakukan. Saat ini, JPU sedang menyiapkan dakwaannya.


"Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum sedang menyiapkan dakwaannya agar dapat segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Namun, tersangka tidak dilakukan penahanan," katanya.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 14 Ayat 1 dan atau Pasal 14 ayat 2 UU RI nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Seperti diketahui, pemberian suntik vaksin kosong diduga dilakukan oknum dokter berinisial TGA saat menjadi vaksinator pada vaksinasi anak berusia 6-11 tahun di SD Wahidin, Senin 17 Januari 2022 lalu. Video saat peristiwa ini viral di media sosial.

Salah seorang orang tua murid yang memvideokan anaknya sedang menjalani vaksinasi. Setelah dilihat videonya, diduga vaksin diberikan kepada anaknya kosong.

Setelah video itu viral, polisi turun untuk menyelidiki kasus ini. Polisi kemudian menetapkan dokter TGA sebagai tersangka karena menyuntikkan vaksin kosong itu.



Simak Video "Pernyataan Berbeda Dokter di Medan yang Viral Suntik Vaksin Kosong"
[Gambas:Video 20detik]
(dhm/afb)