Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Sumatera Selatan terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS) Sumatera Selatan, pada November 2025 tercatat sebanyak 1.110 kunjungan wisman dengan mayoritas berasal dari Malaysia.
Seluruh wisatawan mancanegara tersebut masuk ke Sumsel melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Jumlah ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 33,09 persen dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 834 kunjungan.
Kepala BPS Sumsel Mohammad Wahyu Yulianti, mengatakan bahwa pergerakan wisatawan mancanegara masih di dominasi oleh negara-negara sekitar seiring dibukanya rute internasional baru pada April - Mei 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada November 2025,wisman asal Malaysia tercatat sebanyak 745 kunjungan, disusul wisatawan. Dari Tiongkok sebanyak 141 kunjungan," ujarnya.
Menurut Wahyu, BPS dan pemangku kepentingan pariwisata sebenarnya berharap pasar wisatawan Eropa dapat mulai digarap. Namun, hal tersebut masih perlu tersebut masih akses dan tujuan wisata di Sumsel.
"Kita ingin membuka pasar Eropa,tetapi harus dipikirkan juga destinasi tujuannya. Misalnya ke Pagar Alam, jaraknya masih cukup jauh dari Palembang," ujarnya.
Kendati demikian, Wahyu optimistis rute internasional yang sudah ada saat ini dapat menjadi pintu awal pengembangan pariwisata Sumsel ke depan.
"Harapannya, ini bisa menjadi peluang untuk inisiasi dan pengembangan potensi wisata yang ada di Sumatera Selatan," ungkapnya.
Wahyu menilai capaian kunjungan wisman saat ini masih berada pada tahap awal.
"Kalau dilihat, angka kunjungan wisman memang masih di level ini, tali kemungkinan besar karena masih tahun pertama," katanya.
Sementara itu,untuk wisatawan nusantara (wisnus), mobilitas perjalanan terpantau cukup tinggi.Pada November 2025, jumlah wisnus yang bepergian keluar Sumsel tercatat lebih banyak dibandingkan yang masuk.
Namun secara kumulatif, periode Januari-November 2025 menunjukkan kinerja positif.
"Total perjalanan wisnus dengan tujuan Sumsel mencapai 23,93 juta perjalanan atau meningkat 48,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024," pungkas Wahyu.
(dai/dai)











































