Pelatih Kepala Sumsel United Nilmaizar menyebut tim asuhannya mampu mengimbangi permainan Adhyaksa FC Banten. Bahkan, Laskar Juaro berhasil unggul lebih dulu pada babak pertama dengan skor 1-2, sebelum akhirnya keadaan dibalikkan menjadi 3-2.
Arsitek asal Sumatera Barat ini menyayangkan anak asuhnya tidak berhasil mempertahankan keunggulan dan membuat tim lawan mampu menyamakan kedudukan.
"Secara umum pemain sudah bermain dengan baik. Hanya saja pemain kita banyak melakukan kesalahan individu yang mampu dimanfaatkan oleh tim lawan. Jadi gol kedua dan ketiga itu murni karena individual error," ujarnya usai laga Sabtu (28/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan pelatih timnas Indonesia ini juga menyatakan, secara hasil dirinya merasa kecewa dengan pemain. Tapi secara taktikal, dia memuji penampilan pemain yang bermain dengan sangat luar biasa.
"Ini pelajaran buat kita, baik itu pemain dan pelatih. Bagaimana kita bisa memaksimalkan 5 pertandingan sisa, sehingga peluang kita lolos ke Super League masih terbuka. Tapi kalau kita tidak bisa meminimalisir masalah error individual ini, maka habislah kita," ungkapnya.
Winger Sumsel United Tommy Darmawan mengakui, kekalahan dipertandingan tadi terjadi akibat adanya error dan miss communication antara pemain. Hal itu berujung pada terjadinya gol dari tim lawan.
"Ke depannya kami akan terus berbenah dari lini perlini, untuk menghadapi pertandingan berikutnya," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, Sumsel United harus mengakui ketangguhan Adhyaksa FC Banten, usai ditaklukkan dengan skor 3-2, dilaga pekan ke-22 kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, Sabtu (28/3/2026) di Banten International Stadium, Serang.
Sempat unggul di babak pertama lewat dua gol Juninho Cabral menit 42' dan 45', Laskar Juaro akhirnya harus pulang dengan tangan hampa setelah tim tuan rumah membalikkan keadaan melalui dua gol Adilson Silva menit 27' dan 46', serta Fergonzi menit 60'.
(csb/csb)











































