Polisi mengamankan dua orang terkait bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Keduanya saat ini menjalani pengobatan.
Dua orang tersebut masing-masing berinisial MDA (28) dan N (53). Keduanya diamankan personel Polsek Tanjung Lubuk bersama Polres OKI sekitar pukul 22.30 WIB setelah bentrokan yang menewaskan dua orang itu terjadi.
Kapolres OKI AKBP Agung Adhitya Prananta mengatakan, polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap penyebab bentrokan dan peran masing-masing pihak.
"Peristiwa ini sangat kami sesalkan karena perselisihan yang bermula di media sosial berujung pada jatuhnya korban jiwa. Kami akan menangani perkara ini secara profesional, mengumpulkan keterangan saksi, serta mendalami peran masing-masing pihak berdasarkan fakta dan alat bukti," kata Agung.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menewaskan dua orang. Perselisihan kedua kelompok diduga bermula dari saling sindir di media sosial.
Bentrokan tersebut terjadi pada Kamis (15/10/2026) malam. Selain dua korban meninggal dunia, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, dengan salah satunya dalam kondisi kritis.
Berdasarkan informasi awal, perselisihan bermula pada Selasa (13/10). Saat itu, seorang warga berinisial N mengunggah konten di TikTok yang menyindir Kepala Desa Bumi Agung terkait dugaan korupsi. Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari warga berinisial W hingga memicu perdebatan.
Perselisihan berlanjut melalui pesan WhatsApp hingga kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk pada Kamis malam.
Sekitar pukul 21.00 WIB, kelompok warga Desa Bumi Agung bergerak menggunakan sepeda motor. Sementara itu, kelompok warga Desa Jambu Ilir datang menggunakan tiga mobil.
Dalam perjalanan, kendaraan kelompok yang datang belakangan dilaporkan menabrak rombongan pengendara sepeda motor. Peristiwa tersebut kemudian memicu perkelahian antara kedua kelompok.
Dua orang berinisial W (50) dan F (18) dilaporkan meninggal dunia setelah mendapat penanganan di rumah sakit. Sementara itu, DP (30) mengalami luka-luka dan M (18) dilaporkan dalam kondisi kritis.
Simak Video "Video Korban Tewas Gempa M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 32 Orang"
(dai/dai)