Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf memerintahkan seluruh jajarannya menindak tegas pelaku begal dan curanmor bersenjata api di wilayahnya. Helfi menegaskan tak ada toleransi bagi pelaku kejahatan jalanan yang membahayakan masyarakat maupun melawan petugas.
"Pelaku begal, tembak di tempat. Tidak ada toleransi," kata Helfi saat konferensi pers, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, aksi kriminal jalanan di Lampung sudah sangat meresahkan karena para pelaku nekat menggunakan senjata api saat beraksi. Helfi juga menyebut sebagian pelaku terlibat penyalahgunaan narkoba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada toleransi pelaku begal. Saya sudah perintahkan tembak di tempat," tegasnya.
Helfi mengatakan tindakan tegas akan diberikan kepada pelaku kejahatan yang melakukan perlawanan aktif maupun mengancam keselamatan warga dan anggota kepolisian.
Pernyataan itu disampaikan menyusul kasus penembakan terhadap Bripka Arya Supena. Korban ditembak saat memergoki aksi pencurian motor di depan Toko Yussy Akmal, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi.
Dalam kasus itu, pelaku Bahroni alias Roni disebut merebut senjata api milik korban sebelum menembakkannya ke arah kepala Bripka Arya hingga meninggal dunia.
Setelah enam hari buron, Bahroni akhirnya terlacak berada di kawasan Teluk Hantu, Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran. Saat hendak ditangkap, pelaku disebut melakukan perlawanan menggunakan revolver rakitan.
Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur hingga pelaku tewas.
"Dan ini akan kita buktikan. Silakan yang mau coba-coba, monggo silakan," ujarnya.
Selain Bahroni, polisi lebih dulu menangkap pelaku lainnya yakni Hamli alias Ham di wilayah Jabung, Lampung Timur. Dari tangan para pelaku, polisi menyita pistol HS-9 milik korban, revolver rakitan, kunci letter T, serta sejumlah barang bukti lainnya.
Kapolda juga mengungkap motif para pelaku melakukan pencurian kendaraan bermotor diduga untuk memenuhi kebutuhan membeli narkoba.
"Mereka bukan lagi untuk urusan perut, karena mereka melakukan pencurian digunakan untuk membeli narkoba," katanya.
Atas keberhasilan pengungkapan kasus tersebut, Helfi memastikan anggota yang terlibat akan mendapat penghargaan dari institusi kepolisian.
"Kami akan berikan reward kepada anggota yang berhasil mengungkap kasus ini," ujarnya.
(csb/csb)











































