Seorang terduga pelaku percobaan pencurian pipa tambang di Bangka Tengah, dilaporkan tewas saat beraksi. Korban berinisial EE (35) tersebut tewas tertimpa pipa yang hendak dicurinya bersama rekannya, A (38).
Informasi dihimpun, Minggu (29/4), peristiwa yang menimpa warga Nibung, Kecamatan Koba itu terjadi di kawasan tambang Sarang Ikan, Desa Lubuk Besar, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Jumat (17/4) dini hari. EE dilaporkan tewas di perjalanan ketika akan dilarikan ke rumah sakit atau puskesmas setempat.
Kapolres Bateng AKBP I Gede Nyoman Bratasena membenarkan adanya salah satu pelaku terduga percobaan pencurian pipa tambang tewas. Kata dia, kasusnya masih diselidiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih dalam proses penyelidikan," katanya kepada detikSumbagsel, Minggu.
Menurut Nyoman, kasus dugaan percobaan pencurian pipa yang menewaskan seorang pelakunya itu terbongkar atas laporan pihak keluarga EE ke anggota Polsek Lubuk Besar. Saat itu, keluarga menyebut jika anaknya terjatuh dari pohon di kawasan tambang.
"Jadi temennya (A) bawa ke puskesmas dan menghubungi keluarga korban. Kemudian, keluarganya yang kenal dengan anggota Pol sek (menyampaikan peristiwa tersebut)," terang Kapolres.
"Personel langsung mendatangi lokasi dan pengamanan TKP, dan meminta keterangan saksi serta membawa korban ke RSUD Abu Hanifah untuk dilakukan visum luar oleh dokter forensik," sambungnya.
Dalam pemeriksaan, saksi sekaligus rekan korban berinisial A (38) tersebut sempat memberikan keterangan palsu. Awalnya, ia menyebut korban tewas karena terjatuh dari pohon.
"Hasil pengecekan di TKP kejadian, petugas menemukan kejanggalan yakni antara posisi pohon dengan lokasi ditemukannya korban. Usai dilakukan pendalaman, saksi akhirnya mengubah keterangan," tegasnya.
Kepada polisi, saksi A mengaku bahwa ia dan korban hendak melakukan pencurian pipa tambang berukuran 12 inch di kawasan itu. Namun, ketika akan menaikkan pipa curian korban terpeleset dan tertimpa pipa besi curiannya tersebut.
"Berdasarkan keterangan terbaru, saat korban bersama saksi menggeser pipa untuk dinaikkan ke atas kendaraan pikap, korban diduga terpeleset dan terjatuh hingga tertimpa pipa berukuran 12 inch dengan ujung berbahan besi yang mengenai bagian kepala korban," ungkapnya.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka serius yakni mengeluarkan darah dari mulut serta telinga. Karena panik, rekan korban membawa korban ke puskesmas dan menghubungi keluarga korban. Nahas, korban dinyatakan tewas saat menuju Puskesmas.
Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Batang masih melakukan penyelidikan. Barang bukti yang diamankan yakni pakaian korban, senter, mobil pikap serta satu pipa berukuran 12 inch sepanjang 6 meter yang diduga terkait dengan kejadian tersebut.
