Hasil Autopsi Jasad Staf Bawaslu OKU Selatan: Ada Luka Sayat di Leher

Sumatera Selatan

Hasil Autopsi Jasad Staf Bawaslu OKU Selatan: Ada Luka Sayat di Leher

Welly Jasrial Tanjung - detikSumbagsel
Kamis, 26 Mar 2026 22:21 WIB
Ilustrasi autopsi ulang jenazah Brigadir J
Foto: Ilustrasi autopsi (Edi Wahyono)
OKU Selatan -

Hasil pemeriksaan terhadap staf Sekretariat Bawaslu OKU Selatan, Maria Simaremare (39) mengungkap fakta mengejutkan. Korban dipastikan meninggal dunia akibat kekerasan yang mengarah pada dugaan pembunuhan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu'min Wijaya membenarkan hasil pemeriksaan medis tersebut.

"Dari hasil autopsi, penyebab kematian korban adalah mati lemas akibat terhalangnya saluran pernapasan yang disertai luka sayatan pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah besar," ujar Nandang, Kamis (26/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pemeriksaan luar,tim medis menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Luka tersebut tersebar di beberapa bagian,mulai dari kepala hingga anggota tubuh lainnya.

"Terdapat luka memar di dahi serta bahu kanan dan kiri, kemudian luka lecet di dagu, lengan kanan bawah serta pada bibir atas dan bawah dengan pola cetakan gigi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, ditemukan tanda-tanda kekerasan lain seperti bintik pendarahan di area wajah dan mata serta perubahan warna pada bagian tengah tubuh tertentu.

Ada bintik pendarahan pada kelopak mata dan seluruh wajah,juga kebiruan pada ujung jari tangan serta pucat pada ujung jari kaki," katanya.

Tim dokter juga menemukan luka terbuka di bagian leher yang telah dijahit sebanyak 33 jahitan, yang menjadi indikasi kuat adanya kekerasan tajam.

"Luka terbuka di leher korban menunjukkan adanya tindakan kekerasan dengan benda tajam," tegas Nandang.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan dalam,ditemukan kerusakan serius pada bagian kepala dan leher korban yang memperkuat dugaan kekerasan.

"Terdapat resapan darah pada kulit kepala bagian dalam,serta kerusakan pada saluran pernapasan hingga patah tulang leher,"ujarnya.

Tak hanya itu, tim medis juga menemukan bintik pendarahan pada sejumlah organ viral korban.

"Bintik pendarahan ditemukan pada paru-paru, jantung dan hati," katanya.

Untuk melengkapi penyelidikan, dilakukan pula pemeriksaan penunjang terhadap sejumlah sampel dari tubuh korban.

"Kami juga melakukan pemeriksaan swab vagina serta cairan lambung untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Dengan hasil autopsi tersebut, polisi memastikan kematian korban bukanlah hal yang wajar dan kuat dugaan merupakan tindak pidana.

"Temukan ini mengarah pada adanya unsur kekerasan yang menyebabkan kematian korban," pungkasnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads