pria bernama Ricki Saputra (36) mengalami luka serius usai diserang menggunakan senjata tajam oleh pria diduga orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Sabtu (21/3/2026) siang.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Taman Baka Simpang 4, Kelurahan Sidogede, Kecamatan Prabumulih Utara, sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian bermula dari laporan warga yang masuk ke layanan Call Center 110.
Kapolsek Prabumulih Barat Iptu Tomas Siswo Purnomo Membenarkan kejadian tersebut dia mengatakan korban yang merupakan karyawan swasta diserang oleh seorang pria berinisial RF (30) menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian bahu, kepala, dan tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar kejadian tersebut. Korban tidak mau melapor diduga pelaku ODGJ, saat kejadian warga langsung memberikan pertolongan kepada korban sekaligus mengamankan situasi di lokasi," katanya kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).
Tomas mengungkapkan tak lama berselang, warga juga berhasil mengamankan RF yang diduga sebagai pelaku. Ia diamankan di kawasan Jalan Alipatan, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Barat.
"Tim Polsek Prabumulih Barat langsung bergerak ke lokasi dan mengamankan pelaku dari rumah warga," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, RF mengakui perbuatannya. Polisi juga menyita satu bilah senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
"Kemudian kita mempertemukan korban dan keluarga pelaku di Polsek Prabumulih Barat untuk dilakukan mediasi. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan," jelasnya.
Dalam kesepakatan tersebut, keluarga pelaku menyatakan bertanggung jawab dan berjanji akan mengawasi RF. Mereka juga telah menyampaikan permohonan maaf yang diterima oleh korban.
"Pelaku, RF diduga mengalami gangguan mental dan tengah menjalani pengobatan rawat jalan. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan korban untuk tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum," katanya
Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan dan membuka peluang apabila korban ingin membuat laporan resmi. Hingga kini, polisi masih menunggu keputusan dari korban terkait kelanjutan kasus tersebut.
(dai/dai)
