Siswi SMA di Pekanbaru, Riau, diduga dilecehkan gurunya di dalam mobil. Bukan itu saja, oknum guru itu juga merekamnnya.
Mirisnya, saat dilaporkan ke pihak sekolah, kepala sekolah tersebut menyampaikan bahwa gurunya khilaf.
Pelecehan yang dialami korban, disampaikannya ke Wakil Ketua Umum DPP Cipta Germas PPA Riau, Rika Parlina. Korban dilecehkan saat istirahat kegiatan atlet sekolah di Bengkalis beberapa waktu lalu di dalam mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban dan abangnya langsung datang ke kantor minta pendampingan. Mereka udah ke PPA dan kepolisian, tak ada tanggapan," kata Rika, dilansir detikSumut, Kamis (5/3/2026).
Saat melapor, kata dia, korban juga membawa video pelecehan yang terekam jelas saat berada di mobil. Saat kejadian, korban sedang tertidur di kursi depan sebelah kiri.
Lalu, guru laki-laki itu masuk dan duduk di kursi sopir. Tak lama oknum guru itu langsung mengelus pipi korban dan melakukan tindakan pelecehan lain.
Setelah itu, Rika bersama korban mendatangi sekolah untuk meminta klarifikasi. Namun, sesampainya di sekolah, sang kepala sekolah justru menganggap santai persoalan dan menyebut jika pelaku khilaf.
"Saya datangi ke sekolah, kepala sekolah bilang benar. Bahkan dibilang gurunya itu hanya bilang 'khilaf' dan saya marah di situ," kata Rika kesal.
"Anak ini memang kata orang tuanya kalau tidur ya 'tidur mati'. Saya minta guru ini tak diberikan ngajar dahulu karena ada anak-anak juga dichat malam," lanjutnya.
Rika lalu melaporkan kejadian yang dialami korban ke Polda Riau. Dia berjanji akan mengawal kasus itu hingga tuntas karena korban trauma atas insiden tersebut.
"Jadi saya kawal ini, malah kepala sekolah bilang 'kalau diviralkan pun bu, paling hanya satu bulan saja. Habis itu tidak ada lagi'. Itu siapa yang tidak kesal. Korban sudah lapor Polda, belum ditindaklanjuti karena itu Januari," katanya.
Menurut Rika, kasus tersebut bukanlah khilaf semata dari sang guru bahasa Indonesia itu. Sebab pelaku sengaja merekam dan beberapa kali chat sejumlah murid malam hari.
"Jadi itu kita lihat sengaja karena memang dia rekam sama gurunya. Ada beberapa ya kita dapat info juga anak-anak sering dichat malam-malam," katanya.
Usai kejadian itu, Rika menyebut bahwa korban trauma. Bahkan korban diisukan tengah hamil.
"Kondisi korban saat ini trauma, posisinya masih sekolah. Sempat diisu-isukan anak murid ini hamil, ada hubungan sama guru ini, suka chat malam tidak pernah direspon," tegas Rika.
(csb/csb)











































