Songket Limar Bunga Cogan Dipamerkan di Museum SMB II Palembang

Sumatera Selatan

Songket Limar Bunga Cogan Dipamerkan di Museum SMB II Palembang

Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Selasa, 10 Feb 2026 09:00 WIB
Songket Limar Bunga Cogan Dipamerkan di Museum SMB II Palembang
Foto: Songket Limar Bunga Cogan yang dipamerkan di Museum SMB II Palembang (Mutiara Helia Praditha)
Palembang -

Songket Limar Bunga Cogan kini resmi dipamerkan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang sejak Senin (9/2/2026). Kain songket bersejarah tersebut menjadi daya tarik baru museum dan menarik perhatian banyak pengunjung yang ingin melihat langsung warisan budaya Palembang itu.

Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram resmi @pariwisata.palembang, Songket Limar Bunga Cogan yang telah kembali ke Palembang setelah lebih dari 100 tahun di perantauan kini dapat disaksikan masyarakat di Museum SMB II, kawasan Benteng Kuto Besak.

Sebagai informasi, Songket Limar Bunga Cogan merupakan kain tenun khas Palembang yang dahulu hanya digunakan oleh kalangan bangsawan atau kaum ningrat. Songket ini kembali ke Palembang pada 29 Oktober 2025 setelah diserahkan oleh warga Australia, Pete Muskens, kepada Pemerintah Kota Palembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan apresiasi atas pengembalian warisan budaya tersebut dan menempatkan songket berusia lebih dari satu abad tersebut di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II agar dapat dijaga, dilestarikan, serta dinikmati oleh masyarakat luas sebagai bagian dari sejarah dan identitas budaya Bumi Sriwijaya.

"Songket Limar Bunga Cogan ini merupakan warisan budaya yang sangat berharga bagi Palembang. Karena itu, kami simpan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II agar dapat dirawat dengan baik dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas," kata Ratu Dewa.

ADVERTISEMENT

Sejak dipamerkan, Songket Limar Bunga Cogan menjadi daya tarik baru Museum SMB II. Tour guide museum, Andi, mengatakan antusiasme pengunjung terlihat meningkat, terutama dari warga lokal.

"Banyak pengunjung datang khusus untuk melihat Songket Limar Bunga Cogan. Ada juga warga Palembang yang baru tahu kalau songket jenis ini punya sejarah panjang dan dulunya hanya dipakai kaum ningrat," ujar Andi kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Pantauan detikSumbagsel di lapangan menunjukkan sejumlah pengunjung terlihat berkumpul di ruang pameran kain songket, mengabadikan momen dengan berfoto serta membaca informasi sejarah yang menyertai koleksi tersebut.

Salah seorang pengunjung, Emil, mengaku sengaja datang ke museum setelah mengetahui informasi pameran Songket Limar Bunga Cogan dari media sosial.

"Saya tahu dari Instagram, katanya songket ini langka dan punya sejarah panjang. Pas lihat langsung, memang beda dan kelihatan mewah. Bangga juga Palembang punya warisan budaya seperti ini," ujar Emil.

Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads