Sedekah Serabi, Tradisi Sedekahan Khas Empat Lawang

Sumatera Selatan

Sedekah Serabi, Tradisi Sedekahan Khas Empat Lawang

Bagus Nugroho - detikSumbagsel
Rabu, 04 Feb 2026 11:01 WIB
Sedekah Serabi, Tradisi Sedekahan Khas Empat Lawang
Foto: Ilustrasi sedekah serabi di Empat Lawang (Dok. Istimewa)
Empat Lawang -

Sumatera Selatan selain terkenal dengan kulinernya, juga memiliki beragam tradisi lokal yang tersebar di setiap kabupatennya. Salah satu tradisi yang ada di provinsi ini adalah Sedekah Serabi dari Kabupaten Empat Lawang.

Sedekah Serabi merupakan tradisi sedekahan untuk memenuhi nazar yang telah terwujud. Tradisi ini diyakini sudah ada jauh sebelum Islam masuk. Pada masa itu, doa atau permohonan ditujukan kepada puyang (leluhur).

Berikut detikSumbagsel sajikan informasi mengenai Sedekah Serabi khas Empat Lawang. Yuk simak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenal Sedekah Serabi

Dilansir dari laman Giwang Sumsel. Sedekah Serabi merupakan tradisi masyarakat Suku Lintang yang dilakukan untuk memenuhi nazar. Pelaksanaannya, mirip dengan kenduri yang diisi doa-doa bersama. Tradisi ini dinamakan Sedekah Serabi karena menjadi makanan utama yang disajikan, dengan pendamping seperti kecepol, bolu, dan pisang goreng.

Sedekah Serabi diyakini telah ada sejak zaman nenek moyang Suku Lintang, jauh sebelum agama Islam berkembang di wilayah Empat Lawang.

ADVERTISEMENT

Sebelum Islam masuk, tuan rumah dalam pelaksanaannya akan membakar kemenyan sebagai media komunikasi dengan puyang (leluhur). Setelah Islam berkembang, permohonan kepada puyang digantikan dengan doa-doa kepada Allah SWT.

Tahapan Prosesi Sedekah Serabi

Dilansir dari jurnal Makna Tradisi Serabi Pada Etnik Lintang di Kabupaten Empat Lawang karya Dina Okta Rina dan kawan-kawan, berikut tahapan prosesi sedekah serabi.

1. Niat

Sebelum melaksanakan sedekah serabi, ahli rumah terlebih dahulu menetapkan niat, baik untuk membuat nazar atau membayar nazar. Jika membuat nazar, tuan rumah akan mengundang saudara dan kerabat, lalu menyampaikan maksud nazarnya saat acara berlangsung.

Sedangkan Sedekah Serabi untuk membayar nazar dilakukan sebagai bentuk menepati janji yang telah diikrarkan setelah tujuan tercapai.

2. Bemasak

Proses pembuatan serabi disebut bemasak dan dilakukan di rumah orang yang mengadakan sedekahan. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan tuan rumah, baik secara besar-besaran maupun sederhana untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

3. Pantauan

Pantauan dalam bahasa Empat Lawang adalah memanggil, mengajak. Tujuannya adalah untuk mengajak sanak saudara serta tetangga agar hadir dalam acara Sedekah Serabi.

4. Pembukaan Acara

Acara dibuka dengan bismillah agar prosesi berjalan lancar. Perwakilan tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih kepada tamu dan meminta mereka mengaminkan doa yang dipanjatkan. Pada tahap ini, maksud dan tujuan sedekahan juga dijelaskan.

5. Doa Bersama

Doa dipimpin oleh Ketue baten. Ketue baten adalah seseorang yang dianggap paling memahami dan ahli untuk memandu doa oleh orang yang berasal dari daerah atau dusun yang melaksanakan sedekah. Prosesi diawali dengan doa selamat, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin bersama-sama.

6. Makan Bersama

Setelah semua tahapan selesai dilaksanakan, barulah acara terakhir yaitu makan bersama-saka dengan hidangan yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh ahli rumah berdasarkan dengan tujuan yang dibuat sebelumnya, prosesi ini juga merupakan penutup acara.

Proses makan bersama ini disesuaikan dengan cara tuan rumah mengadakan sedekah. Jika tuan rumah ingin sedekah serabi dengan cara ngidangkan (menghidangkan), maka proses makan bersama dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, mendahulukan tamu pria dan sesi kedua tamu perempuan.

Namun, jika tuan rumah menginginkan sedekahan dengan perancisan, maka proses makan-makan biasanya dilakukan bersama-sama antara tamu laki-laki dengan perempuan.

Jenis Kue Serabi yang Digunakan

Dalam tradisi ini terdapat empat jenis serabi yang dibuat untuk disajikan dalam sedekahan antara lain:

  • Serabi 44
  • Serabi baghi
  • Serabi baru
  • Serabi biasa

Makna Sedekah Serabi

Dikutip dari jurnal Makna Tradisi Sedekah Serabi Pada Masyarakat Desa Baturaja Lama Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan oleh Muhammad Yanza dan kawan-kawan, tradisi ini memiliki tiga makna utama, yaitu:

1. Makna Spiritual

Makna spiritual tampak pada setiap tahap pelaksanaan, mulai dari niat, pembuatan serabi, doa bersama, hingga makan bersama. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat yang diberikan.

2. Makna Sosial

Tradisi ini memperkuat hubungan antarwarga dan membangun solidaritas sosial. Hal ini terlihat pada tahapan pelaksanaan sedekah serabi seperti pembuatan serabi, mengundang (pantauan) orang), doa bersama dan makan bersama. Makna sosial yang nyata terlihat adalah terjalinnya silaturahmi antar anggota masyarakat.

3. Makna Budaya

Makna budaya tercermin dari cara pembuatan serabi secara tradisional, penggunaan bahan lokal, serta pola pelaksanaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Tantangan dalam Pelestarian Tradisi Sedekah Serabi

Terdapat beberapa macam tantangan untuk melestarikan tradisi ini, adapun tantangannya seperti:

  • Faktor ekonomi
  • Masyarakat yang masih berpikir pragmatis
  • Rendahnya partisipasi generasi muda

Demikian informasi seputar Sedekah Serabi dari Empat Lawang. Semoga bermanfaat ya.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Rahmat Nugroho, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Rayakan HUT RI, Kafe Ini Jual Gethuk Goreng Merah Putih"
[Gambas:Video 20detik]
(dai/dai)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads