Program Trade In di Beltim, Pertamina Dorong Warga Mampu Pakai Bright Gas

Bangka Belitung

Program Trade In di Beltim, Pertamina Dorong Warga Mampu Pakai Bright Gas

Deni Wahyono - detikSumbagsel
Sabtu, 28 Feb 2026 17:30 WIB
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel dan Pemkab Beltim luncurkan Program Trade In LPG
Foto: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel dan Pemkab Beltim luncurkan Program Trade In LPG (Dok. Pertamina Patra Niaga Sumbagsel)
Belitung Timur -

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melaksanakan Program Trade In LPG 3 kilogram (Kg) bersubsidi ke LPG non-subsidi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penertiban penerima manfaat LPG 3 Kg agar subsidi energi tepat sasaran.

Kegigihan berlangsung di Halaman Kantor Camat Manggar, Kabupaten Belitung Timur, pada Kamis (26/2) kemarin. Program ini menghadirkan skema penukaran 3 tabung LPG 3 Kg menjadi 1 tabung LPG 12 Kg, serta penukaran 2 tabung LPG 3 Kg menjadi 1 tabung LPG 5,5 Kg (Bright Gas).

Program terbuka untuk umum dengan persyaratan membawa KTP dan Kartu Keluarga sebagai bentuk verifikasi data penerima manfaat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa program ini menyasar konsumen yang secara ekonomi sudah mampu agar beralih menggunakan LPG non-subsidi.

"Kami mengajak masyarakat mampu serta pelaku usaha di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (horeka), laundry, serta usaha kuliner lainnya untuk menggunakan LPG non-subsidi. Dengan beralih ke Bright Gas, konsumen turut mendukung kebijakan subsidi tepat sasaran sehingga LPG 3 Kg dapat lebih difokuskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Rusminto kepada detikSumbagsel, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT

Rusminto menjelaskan, dalam kegiatan tersebut seorang ASN di Kabupaten Beltim turut memanfaatkan program trade in dengan menukarkan dua tabung LPG 3 Kg miliknya menjadi Bright Gas 5,5 Kg. Kata dia, tabung LPG 3 Kg itu merupakan peninggalan saat dirinya masih berstatus tenaga honorer.

"Jadi setelah resmi menjadi ASN dan kondisi ekonominya lebih stabil, dia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk tidak lagi menggunakan LPG bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu," katanya.

Kata dia, keputusan tersebut merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk kesadaran dan dukungan terhadap kebijakan subsidi tepat sasaran, bukan karena adanya kewajiban khusus berdasarkan profesi tertentu. Pertamina menegaskan program ini ditujukan kepada seluruh masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu untuk beralih ke LPG non-subsidi.

"Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Pertamina menjadi kunci dalam menjaga stabilitas distribusi serta ketersediaan stok LPG 3 Kg di wilayah Bangka Belitung. Antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini pun cukup baik dan pelaksanaan berjalan tertib serta kondusif," terangnya.

"Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan distribusi energi berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran," tambahnya.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads