Menjalankan puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ibadah ini dilaksanakan setiap pertengahan bulan dalam kalender Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15. Sudahkah detikers membaca niat puasa Ayyamul Bidh?
Mengutip buku Catatan Fikih Puasa Sunnah karya Hari Ahadi, landasan syariat yang menganjurkan pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 bersumber dari hadis berikut:
أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَصُومَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ البِيضَ : ثَلَاثَ عَشْرَةَ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk berpuasa tiga hari di setiap bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15." (HR An-Nasa'i No. 2422, Ahmad No. 21335, dan At-Tirmidzi No. 761)
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Dikutip dari buku Rahasia Puasa Sunah karya Ahmad Syahirul Alim, berikut beberapa keutamaan menjalankan puasa Ayyamul Bidh:
1. Mendapat Pahala Setara Berpuasa Sepanjang Tahun
Keutamaan utama puasa Ayyamul Bidh adalah ganjaran pahalanya yang sangat besar. Dengan berpuasa selama tiga hari setiap bulan, seorang muslim akan memperoleh pahala yang setara dengan berpuasa sepanjang tahun.
2. Amalan yang Diwasiatkan Rasulullah SAW
Puasa ini bukan sekadar puasa sunah biasa, melainkan amalan langsung yang diwasiatkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya. Hal ini menunjukkan kedudukannya yang sangat istimewa dalam Islam.
3. Meneladani Kebiasaan Rutin Rasulullah SAW
Amalan yang dilakukan secara rutin oleh Nabi Muhammad SAW tentu memiliki nilai keutamaan yang tinggi. Dengan meneladani kebiasaan Rasulullah SAW, seorang muslim akan memperoleh keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Simak Video "Kapan Waktu Terbaik Niat Puasa: Saat Tarawih atau Sahur?"
(mep/mep)