Bunga tabebuya yang kerap disebut sakura mulai bermekaran di sepanjang Jalan Noerdin Pandji, Palembang. Bunga berwarna kuning yang menghiasi tepi jalan itu menarik perhatian pengendara hingga warga yang melintas untuk mengabadikan momen.
Pantauan detikSumbagsel di lokasi, bunga tabebuya tampak bermekaran mulai dari kawasan Simpang Soak hingga Simpang Kebun Sayur.
Petugas dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Santriani (45), mengatakan bunga tabebuya biasanya bermekaran saat musim kemarau. Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, bunga akan rontok dan mulai berbuah.
"Kalau musim kemarau dia akan berbunga. Tapi kalau musim hujan, dia tidak akan berbunga," ujar Santriani saat ditemui di Jalan Noerdin Pandji.
Santriani menyebut banyak pengendara yang sengaja berhenti atau mengambil gambar ketika melintas di kawasan itu.
"Banyak yang datang untuk foto. Ada yang naik mobil, ada juga yang mengambil video sambil melintas naik motor," ujarnya.
Santriani juga menambahkan waktu yang dibutuhkan sekitar satu hingga dua tahun untuk tabebuya bermekaran.
"Biasanya sekitar satu sampai dua tahun sudah mulai berbunga. Tapi kalau tanamannya tidak subur, pertumbuhannya juga bisa berbeda," ungkapnya.
Sementara itu, Haikal, warga sekitar menyebut, warga ramai memadati Jalan Noerdin Pandji tersebut biasanya terjadi di sore hari.
"Kalau sore, biasanya lebih ramai. Banyak warga datang untuk foto-foto di sini. Kendaraan juga biasanya ramai menepi di lokasi tersebut.
"Kendaraan ramai, jadi biasanya warga lokal menepikan kendaraan di sekitar pinggir jalan," lanjutnya.
Haikal menjelaskan bunga tabebuya ini tidak sering mekar, jadi setiap kali bermekaran memang membuat daya tarik tersendiri dan jadi lokasi warga untuk berfoto di lokasi tersebut.
Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"
(dai/dai)