Sumatera Selatan

Langit Sore Kota Jambi Menguning, Kualitas Udara Berbahaya

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Selasa, 06 Okt 2026 16:40 WIB
Foto: Kabut asap di Kota Jambi membuat langit berwarna kuning (Ferdi Almunanda)
Jambi -

Langit Kota Jambi kembali terlihat menguning pada sore ini. Kabut asap karhutla yang pekat membuat jarak pandang terbatas, sementara kualitas udara di wilayah Kota Jambi masuk kategori Berbahaya.

Juru Bicara Pemkot Jambi Saleh Ridho mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti Kota Jambi.

"Kami meminta masyarakat tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang cukup pekat. Kurangi aktivitas di luar rumah dan lindungi diri serta keluarga," kata Saleh kepada detikSumbagsel, Selasa (6/10/2026).

Pantauan di sejumlah ruas jalan Kota Jambi menunjukkan kabut asap masih terlihat cukup tebal. Kondisi tersebut membuat pandangan ke arah kejauhan tampak samar, sementara jarak pandang dilaporkan berada di bawah 1 kilometer.

Saleh meminta warga yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk tidak beraktivitas di luar rumah. Masyarakat yang harus keluar rumah juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.

"Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi kabut asap sedang pekat. Tetap gunakan masker dan jaga kondisi kesehatan," ujarnya.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH/BPLH di stasiun Jambi Paal Lima, Lapangan Kantor Wali Kota Jambi, pada pukul 14.00 WIB, ISPU tercatat 334 dengan kategori Berbahaya.

Parameter PM2.5 menjadi penyumbang utama dengan angka 334, sedangkan PM10 tercatat 173. Parameter lainnya yakni SO₂ sebesar 44, CO 46, O₃ 17, NO₂ 12 dan HC 1.
Data tersebut menunjukkan kondisi pencemaran udara di Kota Jambi masih sangat serius.

BMKG pada Selasa pagi juga mencatat Kota Jambi dalam kondisi udara kabur dengan konsentrasi PM2.5 yang berada pada tingkat tidak sehat hingga sangat tidak sehat, sementara sejumlah wilayah Jambi lainnya bahkan masuk kategori berbahaya.

Kondisi kabut asap ini juga bukan kali pertama terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kabut asap tebal telah mengganggu aktivitas masyarakat hingga berdampak pada penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Saleh kembali mengingatkan warga untuk tidak mengabaikan kondisi udara saat ini, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap. Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya tetap beraktivitas di dalam rumah," pungkasnya.



Simak Video "Video Situasi Karhutla Terkini: Titik Api di Kalimantan Naik, Sumatera Turun"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork