Dua warga di Sumatera Selatan (Sumsel) meninggal diduga akibat menghirup asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lantas bagaimana respons Gubernur Sumsel Herman Deru adanya kejadian itu?
Diketahui dua warga yang meninggal diduga terpapar asap karhutla yakni Fikri (51 warga Kabupaten OKI, dan Ardiansyah (41) warga Palembang. Keduanya memiliki penyakit asma.
Herman Deru mengatakan, penyebab pasti kematian seseorang tidak bisa langsung dikaitkan dengan kabut asap tanpa adanya pemeriksaan medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau untuk yang meninggal saya tidak bisa membenarkan atau menolak," katanya Senin
Deru menyebut, untuk mengetahui penyebab meninggalnya tersebut harus dilakukan autopsi.
"Penyebab meninggal harus hasil autopsi, tidak bisa prediksi," ujarnya.
Sekretaris BPBD OKI Nova Triyussanto mengatakan Fikri meninggal dunia di lokasi saat berupaya memadamkan api di kebun karet miliknya Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, OKI, pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
"Korban meninggal dunia dalam upaya memadamkan api, diperkirakan korban meninggal dikarenakan menghirup asap tebal dan pingsan di tempat kejadian," kata Nova dalam keterangan resmi yang diterima detikSumbagsel, Senin.
Berdasarkan keterangan keluarga, Fikri memiliki riwayat penyakit jantung dan asma. Korban diketahui bekerja sebagai mandor alat berat di sebuah perusahaan dan sedang mengambil cuti untuk mengawasi kebun miliknya yang terbakar.
"Menurut keterangan dari istri korban, bahwa korban mengidap riwayat penyakit jantung dan asma," ujarnya.
Selain Fikri, warga Palembang bernama Ardiansyah (41) warga Kecamatan Kertapati, meninggal dunia setelah mengalami sesak napas di rumahnya.
Istri Ardiansyah, Rita Yunita Sari mengatakan suaminya memang memiliki riwayat asma. Namun, sejak kabut asap menyelimuti Palembang, Ardiansyah disebut lebih sering mengalami batuk dan sesak, terutama setelah beraktivitas di luar rumah.
"Kalau dia sudah selesai kerja jadi driver dan aktivitas di luar, waktu dia pulang sering batuk, sering sesak," kata Rita, Sabtu (3/10/2026).
Rita mengatakan saat itu Ardiansyah baru saja keluar dari kamar mandi. Kondisi di luar rumah ketika itu sedang dipenuhi kabut karena kamar mandi tidak ada plafon jadi kabut itu langsung masuk.
"Memang pagi itu banyak kabut. Dari WC keluar, langsung sesak. Mungkin karena kabut," ujarnya.
Ardiansyah sempat mengeluhkan sulit bernapas. Menurut Rita, suaminya bahkan sempat menyebut kondisi udara yang dipenuhi kabut sebagai penyebab sesaknya.
"Dia bilang, 'Ya Allah, kabut asap ini'," kata Rita mengenang ucapan suaminya.
