SMA-SMK di Jambi dan Muaro Jambi Terapkan Belajar Daring

Jambi

SMA-SMK di Jambi dan Muaro Jambi Terapkan Belajar Daring

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Senin, 28 Sep 2026 11:30 WIB
Siswa Siswi mengikuti simulasi sekolah percontohan pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/8/2020). Pelaksanaan ini dilaksanakan mulai hari ini hingga 28 Agustus 2020. Siswa yang yang mengikuti pelajaran tatap muka hari ini 18 anak perkelas.  setiap kelas 7, 8 dan 9 diwakili 1 kelas yang bergantian setiap harinya.
Foto: Ilustrasi belajar mengenakan masker (Agung Pambudhy)
Jambi -

Sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari ke depan. Kebijakan ini diberlakukan menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar MY mengatakan seluruh sekolah jenjang SMA, SMK dan SLB mengacu pada ketentuan terkait pembelajaran saat kualitas udara memburuk.

"Untuk tiga hari ke depan, SMA-SMK se-Kota Jambi dan Muaro Jambi melaksanakan pembelajaran daring," kata Umar kepada detikSumbagsel, Senin (28/9/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Umar, penerapan moda pembelajaran tersebut juga berdasarkan informasi dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten/Kota.

"Ini berdasarkan informasi yang kita terima juga dari MKKS yang telah berkoordinasi dengan pihak Disdik," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, terang Umar penerapan PJJ tersebut juga mengacu pada Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor 1835/SE/DLH-3/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Memburuknya Kualitas Udara di Provinsi Jambi. Surat edaran itu ditujukan kepada kepala SMA, SMK dan SLB negeri maupun swasta se-Provinsi Jambi.

Sementara itu, Juru Bicara Pemprov Jambi Ariansyah mengatakan kondisi ISPU menjadi salah satu dasar penerapan pembelajaran daring.

"Kalau ISPU di atas 200 itu harus PJJ. Nah, saat ini 226, berarti Pembelajaran Jarak Jauh," ujar Ariansyah.

Menurut dia, pembelajaran jarak jauh dilakukan melalui sistem daring, termasuk menggunakan Zoom, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meski siswa tidak berada di sekolah.

Ariansyah menambahkan, apabila kualitas udara telah membaik dan dinyatakan aman, sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan perkembangan kualitas udara dan kesehatan warga sekolah.

Sekolah juga diminta terus memantau perkembangan ISPU melalui sumber informasi resmi pemerintah dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Kami minta sekolah terus memantau ISPU dari sumber resmi pemerintah dan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan jika kondisi membutuhkan penanganan lebih lanjut," tegas Ariansyah.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads